This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 17 Desember 2012

Lagi, Dimensi Raih Penghargaan di Ajang ISPRIMA


Jogjakarta, DIMENSI – Untuk kedua kalinya LPM Dimensi menerima Indonesia Student Print Media Awards (ISPRIMA) yang diselenggarakan oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS). Sabtu (14/12) lalu, bertempat di Hotel Inna Garuda Yogyakarta, acara penyerahan penghargaan dilaksanakan, berbarengan dengan 1st SPS – Indonesia Public Relation Summit 2012.
Dimensi melalui majalah edisi 46 (Techno Crisis: Maraknya Teknologi Basi di Tengah Pesta Pora Teknologi Dunia) berhasil meraih bronze winner atau juara ketiga untuk kategori Best Cover Magazine region Jawa. Tahun lalu, Dimensi juga meraih bronze winner dalam kategori Best Cover Magazine Central Java untuk majalah edisi 44 (Memuseumkan Museum).
Untuk penghargaan Best Cover Magazine dan non Magazine Nasional diraih oleh UKPM Teknokra Universitas Lampung (Unila) dan LPM Kalpadruma dari Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo.
“Forum yang pertama kali diselenggarakan oleh SPS pusat ini diharapkan akan memberikan kontribusi bagi pengembangan dunia kepiaran dan media secara signifikan di tahun-tahun mendatang,” ujar Direktur Pengurus Harian SPS Pusat, Asmono Wikan.
Berbeda dengan ISPRIMA tahun lalu, acara penyerahan penghargaan kali ini tak hanya diikuti oleh perwakilan lembaga-lembaga pers mahasiswa seluruh Indonesia, melainkan juga pelajar-pelajar SMA yang mengikuti Lomba Menulis Artikel dan Kompetisi Debat Pelajar SMA dan Sederajat tentang BUMN (KOMBI 2012).
Beberapa tokoh penting juga hadir dalam acara ini. Dahlan Iskan selaku ketua umum SPS, Joko Widodo (penerima penghargaan Tokoh Publik pilhan SPS 2012), Jusuf Kalla (selaku ketua Palang Merah Indonesia), dan beberapa direktur utama BUMN.
“Forum yang pertama kali diselenggarakan oleh SPS pusat ini diharapkan akan memberikan kontribusi bagi pengembangan dunia kePR-an dan media secara signifikan di tahun-tahun mendatang,” ujar Direktur Pengurus Harian SPS Pusat, Asmono Wikan. [bell]



Sabtu, 15 Desember 2012

Postingan pindah ke www.lpmdimensi.com




Untuk saat ini dan seterusnya blog kami tidak beroperasi lagi dikarenakan sudah dialihkan ke halaman web www.lpmdimensi.com
Silahkan kunjungi situs kami dan update berita terbaru seputar kampus Polines melalui situs tersebut.

Jumat, 09 November 2012

1998, Sebuah Novel


Pernah merasakan menjadi pacar seorang aktivis? Atau pernah membayangkan bagaimana rasanya? Menjadi pacar dari seorang aktivis tak pernah terbersit di benak Putri yang notabene adalah anak rumahan. Putri, anak bungsu dari walikota Malang, akhirnya merasakan hal tersebut setelah bertemu dengan Neno, seorang aktivis kampus yang berjuang untuk reformasi. 
Cerita berawal ketika Putri terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi di Universitas Brawijaya, Malang. Saat itu pula ia bertemu dengan kawan-kawan baru yang akan mengiringi perjalanan hidupnya kelak. Ada Heni, Gundul, Zizi, Marzuki, Rudi dan Neno. Putri yang merupakan anak walikota tak kesulitan untuk bergaul dengan mereka karena kesederhanaan dan kerendahan hatinya.
Berlatar masa reformasi, yakni sekitar tahun 1998, kisah ini turut menuturkan berbagai aksi mahasiswa untuk menggulingkan tirani yang telah berkuasa selama 32 tahun di Indonesia. Neno, aktivis kampus yang mampu memikat hari Putri, merupakan satu dari ribuan mahasiswa Indonesia yang terjun untuk menjadi aktivis. Tak pelak, hubungan khusus yang mulai dibangun dengan Putri turut dikorbankan atas nama reformasi. Keadaan semakin suram ketika Putri menyadari bahwa Neno berseberangan dengan partai yang mengusung Ayahnya.
Tragisnya lagi, Neno termasuk dalam salah satu orang yang dihilangkan. Pada masa itu tak mengherankan bila seseorang, terutama aktivis, hilang begitu saja tak diketahui kabarnya, tak dapat dilacak oleh sanak keluarga. Kehati-hatian tetap saja tak dapat menghindarkan kekasih Putri itu dari penculikan oleh oknum tak dikenal.
Hari-hari penantian Putri menjadi hari-hari yang berat baginya.Reformasi telah terlaksana dan pemerintahan lama telah digeser. Suharto resmi melepas jabatannya pada 21 Mei 1998. Kondisi yang awalnya memanas pun perlahan mereda. Namun kenyataannya, orang-orang yang hilang tak kunjung pulang. Putri bukan satu-satunya yang menanti kepulangan orang tersayang. Terdapat banyak keluarga yang kehilangan, tapi kepada siapa akan meminta pertanggungjawaban?
Novel terakhir dari Ratna Indraswari ini disusun oleh pengarangnya untuk mengenang para aktivis reformasi yang hingga kini tak diketahui rimbanya, sekaligus mengingatkan kita untuk menolak lupa terhadap perjuangan mereka. 

Upaya Tingkatkan Kompetensi Bahasa Lewat TOEFL


Polines, Dimensi- Test Of English for Foreign Language (TOEFL) untuk mahasiswa semester I Polines diadakan di gedung kerjasama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa pada Sabtu (3/11) yang lalu. Pihak institusi menyelenggarakan tes tersebut dengan tujuan untuk memberi apresiasi pada mereka yang telah diterima sebagai mahasiswa baru di  Polines. Tes ini juga digunakan untuk mengukur kompetensi bahasa inggris mahasiswa, serta sebagai input data bagi Polines mengenai kompetensi mahasiswa baru. Disamping hal tersebut tes ini juga merupakan upaya dari institusi agar mahasiswa lebih familiar dengan TOEFL. Sehingga diharapkan nantinya mereka lebih siap untuk menghadapi TOEFL sebagai syarat pengajuan  tugas akhir.
Sri Wahyuningsih selaku Sekretaris UPT Bahasa menuturkan bahwa pada tahun ini direktur Polines  Totok Prasetyo,B.Eng,MT mengharapkan nilai TOEFL mahasiswa mengalami peningkatan.
“Tahun kemarin kriteria kelulusan TOEFL adalah empat ratus. Kecuali untuk program studi telekomunikasi yang telah mensyaratkan kriteria kelulusan empat ratus dua puluh lima. Untuk tahun ini direktur berharap nilai TOEFL mahasiswa mencapai empat ratus lima puluh. Namun tentunya ketentuan ini akan dikembalikan pada kebijakan di jurusan masing-masing,” jelas Sri Wahyuningsih.
Lebih lanjut Sri mengatakan bahwa harapan direktur ini didasarkan pada fakta bahwa ada beberapa perusahaan yang mensyaratkan nilai TOEFL lebih dari empat ratus. Sehingga apabila mahasiswa Polines telah memiliki nilai TOEFL empat ratus lima puluh direktur mengharapkan mereka dapat lebih mudah dalam mencari pekerjaan. Oleh karena itu untuk mempersiapkan diri saat ini mahasiswa yang telah duduk di smester V telah mendapat pelatihan TOEFL sejak smester IV kemarin.
Mengingat banyaknya jumlah peserta TOEFL, Ketua UPT Bahasa Iman Suroso menyampaikan bahwa pelaksanaan TOEFL untuk mahasiswa baru ini berlangsung dalam empat gelombang. Yaitu pada tanggal 3, 10, 17, dan 24 November 2012. Setiap gelombang terdapat tiga sesi, yaitu sesi pertama pukul 07.00, sesi kedua pukul 10.00 dan sesi ketiga pukul 13.00.[]

Pendas KWU, Langkah Awal Mencari Bibit-bibit Wirausahawan Muda



Polines, Dimensi- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan (KWU) menyelenggarakan Pendidikan Dasar (Pendas) pada Sabtu (3/11) kemarin. Acara dilaksanakan di sekitar kampus Polines sejak pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.  Kegiatan yang bertujuan untuk mengenalkan UKM KWU tersebut diikuti oleh kurang lebih empat puluh peserta. Menariknya, ada tujuh orang dari mereka (peserta-red) yang saat ini duduk di smester III. Padahal sebagian besar peserta yang lain adalah mahasiswa smester I.
”Ini adalah kali pertama KWU merekrut anggota dari tingkat II, kami pun agak kaget sebenarnya karena ternyata masih ada tingkat II yang berminat masuk.” Tutur Dicky Eka Setiawan selaku pimpinan UKM KWU.
Risang Ardi Pradana salah satu peserta dari tingkat II mengemukakan bahwa ia dan keenam temannya mengaku memang baru berminat masuk KWU pada tahun ini. Menurut mereka yang selama ini tidak mengikuti organisasi apapun, masuk di UKM KWU akan memberikan manfaat yang cukup banyak bagi mereka. Selain belajar menjadi seorang wirausahawan, mereka juga berharap akan mendapatkan pengalaman berorganisasi yang banyak dengan masuk ke UKM KWU.
Hal senada juga diungkapkan Syahru Romadlon Fanani. Peserta yang berasal dari Jurusan Teknik Mesin tersebut mengaku ingin menjadi wirausaha yang sukses. Oleh karena itu ia tertarik bergabung di UKM KWU.
Kegiatan Pendas KWU ini diawali dengan outbond peserta di sekitar kampus Polines. Disamping untuk mengakrabkan peserta, pada outbond tersebut mereka juga membuat produk daur ulang dari barang – barang bekas. Ada yang membuat aneka hiasan, pernak-pernik, ada juga yang membuat tas dari bungkus permen bekas. Pembuatan produk ini bertujuan untuk mengasah kreativitas para peserta. Selanjutnya produk-produk tersebut akan mereka presentasikan di akhir kegiatan.[]

Obin Robin Hadiri Pendas Siar PLBS


Polines, Dimensi - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) New PLBS FM yang merupakan radio kampus Polines, kembali mengadakan Pendidikan Dasar (Pendas) Siar pada Sabtu (3/11). Kegiatan tahunan ini diadakan di Kantin Teknik Mesin selama dua hari. Selain untuk mengenalkan UKM New PLBS, pada pendas siar tersebut para peserta juga dibekali dengan ilmu-ilmu tentang teknik dasar penyiaran berita dan berbagai ilmu broadcasting lainnya.
Untuk memaksimalkan acara tidak tanggung-tanggung pihak panitia mendatangkan dua narasumber ternama yang ahli dalam bidangnya. Narasumber tersebut adalah Obin Robin, penyiar radio SS FM dan dr. Iwan seorang Public Speaker. Obin Robin yang mengaku baru pertama kali diundang sebagai narasumber merasa senang dapat bergabung dalam pendas siar tersebut.
“Saya senang dapat hadir dalam acara ini. Tapi tadi sempat grogi saat memberikan materi karena jujur ini kali pertama saya mengisi sebuah event,” tutur Obin saat ditemui tim Dimensi seusai mengisi acara.
Sedangkan pembicara kedua yaitu dr. Iwan memberikan materi tentang Public Speaking. Diantaranya beliau menjelaskan tentang cara-cara dan kiat-kiat berbicara di depan publik.
Seusai pemaparan teknik broadcast dan public speaking pada hari pertama, selanjutnya para peserta dikenalkan lebih dalam dengan seluk beluk UKM New PLBS FM termasuk para crew yang terlibat. Acara ini dimulai pada Sabtu (3/11) malam hingga Minggu (4/11) pagi. Pada akhirnya acara ditutup dengan tukar kado antar peserta pendas.
Menurut salah satu koordinator acara, Pendas Siar ini akan diikuti dengan beberapa rangkaian pelatihan bagi para calon crew New PLBS FM. Sehingga diharapkan nantinya New PLBS FM akan mendapatkan crew-crew yang terbaik dan berkompeten.[]

Jumat, 02 November 2012

download Majalah 47 versi digital

Sabtu, 22 September 2012

Malam Minggu, Tembalang Festival Lebih Ramai



TEMBALANG, Dimensi (22/9) Tembalang Festival, acara yang diadakan oleh sekumpulan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) satu tahun sekali terbukti ramai menyedot pengunjung. Mengusung tema “Creativity Movement” panitia benar-benar menghadirkan suasana yang sangat cocok untuk kaum muda yang penuh kreatifitas dan semangat di lokasi pertokoan BQ Square. Acara tersebut dimulai dari hari Jum’at sore dan diwacanakan berakhir pada hari Minggu, pukul 22.00 WIB.

Partisipasi dari pihak-pihak luar seperti komunitas, penjual jajanan, dan penjual barang siap pakai yang mendominasi acara tersebut. Tembalang Festival juga menjadi ajang kebolehan oleh beberapa komunitas seperti Komunitas Seni Polines (Konsep) yang menampilkan shuffle dance pada hari pertama. Pihak panitia meggelar hiburan utama dengan mendirikan panggung untuk pertunjukkan band-band lokal yang sengaja diundang untuk memeriahkan acara.

Pada hari pertama, acara tersebut berjalan lancar namun belum begitu ramai pengunjung, pengunjung masih didominasi oleh komunitas-komunitas dan penjual yang membuka stand disana. Karena hari itu merupakan pembukaan acara sehingga partisipan masih sibuk mempersiapkan stand mereka masing-masing. Saat malam pengunjung baru mulai berdatangan dan lebih ramai dari sore harinya.

Siang hari pada hari kedua acara Tembalang Festival pun belum begitu ramai. Pengunjung mulai membanjiri BQ Square saat hari gelap. Pengunjung berjejalan masuk ke dalam area Tembalang Festival, memenuhi stand-stand, dan berjejer di depan panggung. Suasana pun semakin meriah saat band undangan memulai pertunjukkannya, bahkan di akhir pertunjukkan salah satu band dinyalakan kembang api, alhasil suasana pun semakin meriah.

Namun beberapa kendala ditemui di area parkir dan jalan di depan BQ Square. Parkiran belum memadai untuk menampung kendaraan pengunjung yang membludak sehingga terpaksa kendaraan diparkir di depan toko-toko di sekitar area BQ Square. Tak sedikit juga kendaraan roda empat yang parkir di pinggir jalan sehingga mempersempit badan jalan. Hal itu menyebabkan arus kendaraan yang memang sudah padat menjadi semakin macet. [shofi]

Jumat, 31 Agustus 2012

Ngedims


Atribut Baru WaRNA 2012



POLINES, Dimensi (31/8) – Wawasan Almamater dan Orientasi Akademik (WaRNA) 2012 dimulai pada Kamis (30/8). Tidak seperti tahun sebelumnya, tahun ini terdapat perbedaan atribut yang dikenakan mahasiswa baru (maba). Perbedaannya adalah adanya pemakaian topi toga dan hand band. Sedangkan untuk atribut lainnya masih sama seperti tahun yang lalu, seperti dasi dan co-card. Pilihan warna yang digunakan juga masih sama. Yaitu hijau untuk jurusan Akuntansi, kuning untuk Administrasi Bisnis, coklat untuk Teknik Sipil, merah untuk Teknik Elektro, dan biru untuk Teknik Mesin.

 “Kami tidak bermaksud mempersulit maba, hanya ingin menanamkan rasa tanggung ja-wab pada mereka. Lagi pula maba mempunyai waktu senggang saat liburan sebelum masuk kuliah yang cukup panjang. Sehingga mereka bisa mengisi waktu tersebut untuk mempersiapkan atribut itu,” tutur Yohanes Yulianto, ketua pelaksana kegiatan WaRNA.

Presiden mahasiswa 2012, Muh. Reza Aji Pradana juga menyatakan bahwa adanya tambahan atribut ini bertujuan untuk memancing kreatifitas maba. “Pembuatan dan pemakaian atribut tersebut akan meninggalkan kesan dan kenangan tersendiri bagi mereka karena merupakan hasil dari jerih payah dan usaha mereka masing-masing,” tambahnya.

Atribut WaRNA tersebut me-miliki fungsi dan arti tersendiri. Seperti yang tercantum pada website resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Polines, topi toga dipilih karena merupakan identitas sebagai mahasiswa. Selain itu topi toga juga berfungsi untuk melindungi diri dari panas matahari. Sedangkan pemakaian hand band dimaksudkan untuk memberi nilai sosial dan diharapkan maba akan lebih peka terhadap berbagai realita. Nama gugus yang dipilih adalah Green Peace, No Drugs, dan No Corruption.

Menurut penuturan salah satu maba jurusan Administrasi Bisnis bernama Susi Erma Wati, atribut tersebut dinilai unik dan pembuatannya pun tidak susah. Kendalanya terletak pada pencarian perlengkapan berwarna yang harus sesuai dengan nomor yang telah diatur. Kendala yang sama juga dirasakan Valensia Nikita Puspitasari. “Warna yang ditentukan sesuai nomor tidak ada di daerah saya, jadi saya harus pergi ke Semarang untuk mendapatkannya,” tutur maba jurusan Akuntansi tersebut.

Berkaitan dengan hal itu Reza menambahkan bahwa panitia akan memaklumi apabila di setiap kota mungkin warnanya berbeda meski nomor warnanya sama. Hal tersebut tidak diperma-salahkan selama perbedaan tersebut tidak mencolok.  [pu3,abr]

Lelah, Maba Memilih Tidur



POLINES, Dimensi (31/8) - Pemberian materi dalam kegiatan WaRNA (Wawasan Almamater dan Orientasi Mahasiswa) dilaksanakan di ruang Auditorium. Selama rangkaian kegiatan WaRNA, banyak mahasiswa baru yang terlihat kurang antusias dan tidak semangat. Beberapa mahasiswa terlihat tertidur saat pemberian penjelasan dari dosen.

“Untuk mahasiswa baru yang tidur akan dibangunkan dengan berbagai cara agar bangun dan mendengarkan penjelasan. Diberi tugas agar tidak mengulangi lagi karena di dalam hati maha-siswa baru masih ada rasa takut sehingga itu yang membuat mahasiswa baru mentaati peraturan dan mengerjakan tugas dari panitia,”  ungkap Listiono Hendro P. selaku koordinator tata tertib WaRNA.

Yohanes Yulianto sebagai ketua pelaksana WaRNA 2012, menuturkan untuk mencegah mahasiswa baru tidak tertidur dalam kegiatan WaRNA diberikan yel-yel dan permainan sebagai hiburan. Hiburan diberikan saat waktu luang agar tidak bosan yang menyebabkan maba tertidur.

“Pada gugus 1 banyak teman saya yang kurang semangat juga tidur pada saat pemberian materi di dalam ruangan. Tetapi ada juga yang masih aktif bertanya saat materi selesai, banyaknya mahasiswa baru yang mengantuk karena kurang perhatian dan bosan,”  ungkap Valensia Nikita Puspitasari salah satu mahasiswa baru jurusan Akuntansi. [wdy, tiara]

Jumlah Tatib Menyusut, Totalitas Semakin Dibutuhkan




POLINES, Dimensi (31/8) - Wawasan Almamater dan Orientasi Mahasiswa (WaR-NA) merupakan kegiatan orientasi yang wajib diikuti ma-hasiswa baru sebagai tahap awal pengenalan terhadap lingkungan kampus. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari setelah kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) ber-langsung. Pelaksanaan WaRNA tidak lepas dari peran tatib (Tata Tertib), yaitu panitia khusus yang mengenakan pita merah di lengan kirinya. Tugas tatib adalah menertibkan serta menegakkan peraturan selama kegiatan WaRNA berlangsung seperti pada saat inspeksi maba, pengumpulan tugas, dan mobilisasi ke tempat-tempat tertentu.

Jumlah tatib dari tahun ke tahun semakin berkurang. Keadaan ini disebabkan karena makin menyusutnya minat para mahasiswa untuk mendaftar menjadi tatib. Beberapa tahapan pelatihan yang harus dilalui oleh seorang calon tatib diantaranya, latihan mental, fisik, serta vokal yang ditangani oleh Resismen Mahasiswa (Menwa) dan dilaksanakan pada bulan puasa.

“Sebenarnya menjadi tatib tidaklah sulit, hanya butuh kemauan dari masing- masing individunya sendiri untuk bisa bekerja profesional,” terang Yohannes Yulianto selaku ketua pelaksana WaRNA. Anggota tatib pada ta-hun ini berjumlah 15 orang, sedangkan di tahun sebelumnya berjumlah 20 orang. Dengan jumlah tatib yang berkurang ini, pihak panitia mengharapkan totalitas dari masing-masing anggota untuk menjalankan fungsi-nya secara penuh tanggung jawab.

Untuk tahun ini tatib meng-ubah tata cara menghukum maba. Bila tahun lalu maba yang melakukan kesalahan langsung mendapat hukuman seperti push-up, tahun ini pihak panitia mewa-jibkan tatib untuk memberikan hukuman disertai penjelasan kesalahan yang diperbuat oleh maba berikut akibatnya. “Kriteria seorang tatib harus tegas tapi tetap toleransi, jadi kalau ada maba yang perlu informasi tetap harus dilayani dengan baik,” ungkap M. Reza Aji Pradana, Presiden Mahasiswa sekaligus alumni tatib dua periode sebelumnya. [dyh, nur]

Kamis, 30 Agustus 2012

Hukuman Diperberat, Maba Enggan Terlambat



Tujuan LDK untuk melatih kedisiplinan mahasiswa baru (maba) Polines tahun ini mencapai hasil yang cukup memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari hasil riset yang dilakukan oleh tim litbang Dimensi. Pada hari pertama jumlah maba yang datang terlambat mencapai 320 orang. Sedangkan pada hari kedua jumlah maba yang terlambat justru semakin meningkat menjadi 347 orang. Namun pada hari terakhir jumlahnya turun drastis menjadi 195 orang.

Tentang peningkatan jumlah maba terlambat, Pratia Nurdiansyah sebagai komandan menwa mengungkapkan bahwa pada hari pertama LDK, menwa cukup santai atau tidak terlalu memberikan tekanan. Ternyata hal itu justru membuat maba tidak bersyukur dan bahkan terkesan menyepelekan. Hal ini terbukti dengan jumlah maba yang terlambat meningkat di hari kedua.

Menanggapi hal tersebut, pada LDK hari kedua menwa memberikan hukuman yang lebih berat seperti jalan jongkok, lari dan memunguti sampah. Hal-hal yang dilakukan menwa tersebut cukup memberikan efek jera pada maba. Terbukti pada hari ketiga jumlah maba yang terlambat turun hingga mencapai hampir setengahnya.

Keterlambatan didominasi oleh maba yang berdomisili di Kota Semarang. Hal ini disebabkan karena perjalanan yang cukup memakan waktu dan banyaknya penghambat perjalanan seperti padatnya lalu lintas dan lain sebagainya. [ikp, arin]


Disiplin Sebagai Dasar Segala Tindakan



Latihan Dasar Kedisiplinan (LDK) bagi para mahasiswa baru (maba) 2012 tengah berlangsung. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Satuan Tugas (Satgas) Resimen Mahasiswa (Menwa) Pati Geni Polines. Meskipun LDK hanya dilakukan selama tiga hari, menwa berusaha semaksimal mungkin dalam melaksanakan kegiatan ini. Salah satu usaha mereka adalah dengan bekerja sama dan mendatangkan pasukan tentara Yonif 400 Benteng Raider untuk melatih maba.

Salah satu prajurit yang bertugas dalam LDK adalah Sersan Kepala (Serka) Y. Halex. Laki-laki kelahiran Timor, 16 Oktober 1979 ini telah menjadi pelatih dalam LDK Polines sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 2010 dan 2012. Ia resmi dilantik dan mengawali karir di bidang militer sejak tahun 2001. Sebelumnya ia mengenyam pendidikan kemiliteran di Denpasar, Bali. Pada tahun 2002 ia ditempatkan di Yonif 401 atau yang sekarang berubah menjadi Yonif 400 Benteng Raider Semarang hingga sekarang. Sehari-hari Serka Y. Halex bertugas di bidang kepelatihan lapangan. Secara lebih khusus ia adalah pelatih bagian operasional kompi. Berbagai pelatihan baik bagi militer maupun sipil telah ia lakukan. Termasuk salah satunya melatih para maba seperti yang sedang dilakukannya di Polines.

Menjadi seorang prajurit ada-lah kebanggaan tersendiri bagi Serka Y. Halex. Ia menuturkan bahwa ia senang menjadi seorang tentara karena dapat berbaur dengan masyarakat. Di samping itu ia pun mengakui bahwa pekerjaannya penuh dengan konsekuensi. Salah satunya ia sering meninggalkan anak dan istrinya untuk bertugas ke luar daerah. Bahkan selama menjadi tentara ia telah meninggalkan keluarga asalnya dua belas tahun lamanya. Ia mengatakan bahwa selama menjadi tentara dan bermukim di Semarang ia hanya dua kali mengunjungi kedua orang tuanya di Timor.

Laki-laki berperawakan ting-gi besar ini adalah sosok yang mandiri dan pekerja keras. Sebagai seorang tentara ia dituntut untuk tidak bergantung pada siapapun. Ia mengakui jika ia sering melakukan tugas-tugas rumah yang biasa dilakukan oleh istrinya. Ia bermaksud lebih menghargai dan tidak sepenuhnya membebankan tugas-tugas tersebut pada sang istri. Ia pun suka mencoba hal-hal atau kegiatan lain di luar tugas utamanya sebagai seorang tentara. Menurutnya dengan mencoba hal baru tersebut akan memperkaya pengalamannya. Mengenal, memahami, dan mengerti setiap pekerjaan yang dilakukan menjadi prinsipnya. Sehingga semua akan berjalan dengan lancar dan bermanfaat.

Berbicara mengenai kedisiplinan, ayah dari dua orang anak ini menuturkan bahwa disiplin merupakan dasar dari segala tindakan. Menurutnya jika seseorang sudah memiliki sikap disiplin maka ia akan mengerjakan segala sesuatu dengan tertib dan lebih baik. Selain itu disiplin juga akan membuat seseorang lebih menghargai orang lain. Diawali dengan disiplin terhadap waktu. Ketepatan waktu adalah hal awal yang harus dilakukan.
Serka yang memiliki hobi memasak ini juga menuturkan bahwa selain sikap disiplin, setiap tindakan yang kita lakukan juga harus dilandasi dengan kebaikan dan keikhlasan. Jika kedua hal tersebut telah kita terapkan, maka kita tidak perlu memandang apa agama atau kepercayaan yang dianutnya. Sebab ia meyakini bahwa akhlak seseorang tercermin dalam setiap tindakan yang ia lakukan.

Menanggapi perihal LDK, Serka Y. Halex mengatakan bah-wa secara umum LDK telah berjalan dengan baik. LDK dapat menanamkan sikap disiplin untuk menunjang maba dalam kehidupan sehariharinya baik di lingkungan perkuliahan maupun di lingkungan kerja nantinya. Ia juga menilai bahwa pelaksanaan LDK di Polines telah mengalami kemajuan. Menurutnya saat ini peserta LDK memiliki wawasan yang lebih luas dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sehingga instruksi-instruksi yang diberikan pelatih lebih mudah untuk diterima dan dilaksanakan.

Terakhir ia berpesan agar maba meningkatkan ketakwaan meraka. Ia pun juga berharap  para senior lebih menghargai keberadaan pelatih di dalam kegiatan ini. “Hargai dirimu dulu jika kamu ingin dihargai orang lain,” imbuhnya. [abr]

Semarak Hari Terakhir LDK




POLINES, Dimensi (30/8) – Hari terakhir kegiatan Latihan Dasar Kedisiplinan (LDK) diisi dengan beberapa perlombaan. Ti-dak jauh berbeda dengan tahun lalu, kegiatan yang dilombakan yaitu PBB, yel-yel dan men-dirikan tenda. Selain itu ada pula pemilihan maba terbaik putra dan maba terbaik putri juga pemilihan danton terbaik. Dewan juri terdiri dari tiga orang, yakni dua orang dari Benteng Raider dan satu orang dari Resimen Mahasiswa.

Antusiasme maba terlihat pada saat berlangsungnya perlombaan. Diawali dengan lomba PBB yang terdiri dari 10 regu, dimana masing-masing regu terdiri dari dua peleton, masing-masing peleton diwakili oleh 15 orang maba. Sedangkan lomba yel-yel dilakukan setelah lomba PBB dan dilaksanakan dalam dua sesi, sesi pertama lomba antar regu dan sesi kedua antar batalion.

Beberapa kriteria digunakan untuk menentukan pemenang pada setiap perlombaan. Untuk lomba PBB selain kekompakan dan semangat, suara dan sikap danton juga dijadikan acuan untuk menentukan juara. Berbeda dengan lomba PBB, penilaian yel-yel mengedepankan kekompakan, variasi gerakan, semangat serta durasi penampilan. Sedangkan untuk maba terbaik, dipilih maba yang aktif, selalu berpenampilan rapi, tidak pernah terlambat, dan tidak terkena catatan apapun.

Lomba yel-yel, PBB dan danton terbaik diambil juara 1-3, sedangkan lomba mendirikan tenda diambil juara 1-2. Lomba PBB dimenangkan oleh peleton 7 dan 8. Sementara untuk lomba yel-yel, peleton 17 dengan 18 keluar sebagai juara utama. Sedangkan lomba mendirikan tenda dimenangkan oleh batalion 1. Maba terbaik putri jatuh kepada Lisa dari peleton 4 dan maba terbaik putra Fauzan dari peleton 15. Selain penghargaan untuk para maba, penghargaan lainnya diberikan kepada para danton PBB yang setia mendampingi dan melatih para maba. Pemenang danton terbaik PBB diberikan kepada danton dari peleton 7 dan 8.
Perasaan senang dan bangga dirasakan oleh para pemenang, salah satunya Lisa Anisa Marrylastuti yang dinobatkan sebagai maba terbaik putri. “Saya merasa senang dan bangga. Kegiatan hari ini seru, meskipun capek tapi sangat berkesan,” ujarnya.

“LDK tahun ini berlangsung lancar, maba tertib dan patuh meskipun ada beberapa hal yang terhambat,” kata Pratia Nurdiansyah selaku komandan Resimen Maha-siswa. [Nnd, Spt, Irm, Abr]

Rabu, 29 Agustus 2012

karikatur


Asam Manis Mengikuti LDK



Dua hari sudah kita menjalankan LDK atau Latihan Dasar Kedisiplinan yang wajib diikuti oleh para maba sebagai rangkai-an acara untuk penerimaan mahasiswa baru. LDK dilaksanakan selama 3 hari dan dilanjutkan oleh kegiatan WaRNA. LDK dilatih oleh para raider dan mahasiswa dari UKM Menwa. Mereka sangat disiplin, dan tegas. Misalnya saja saat maba datang terlambat kita disuruh jalan jongkok. Selain itu jika ada maba yang melakukan kesalah-an para raider dan menwa tak segan lagi untuk menghukum kita. Sebagai contohnya, sewak-tu acara makan siang di parkiran Elektro, ada salah seorang teman kami yang sudah meminum minumannya sebelum ada komando dari pelatih. Botol bekas minumannya langsung diambil dan dibuat seperti topi lalu dipakaikan di kepalanya.

Sistem makan siangnya pun rumit. Banyak aturan, dari sebelum makan sampai selesai makan. Pembagian katering pun rusuh, seharusnya hal tersebut bisa diatasi dengan pihak UKM yang menyediakan jasa katering membagikan makanan disesuai-kan per pleton supaya proses pembagiannya lebih rapi dan lebih mudah. Selain itu makanan yang sudah kita dapatkan dari katering ditukar dengan teman lainnya. Itu pengalaman yang seru karena kita harus bertukar-tukar makanan tanpa harus me rasa keberatan karena makanan kita ditukar dengan maba yang sepenuhnya belum kita kenal.

Namun di balik kerumitan tersebut, ada bagian yang menyenangkan. Sebagai contohnya sebelum kita makan, kita harus mengucapkan kode makan yang telah diajarkan oleh para raider. Kodenya seperti ini “Hap. . . . Hap Pyeng. . . Pyeng. . . Pyeng. . . Pyeng Hap” ucapan tersebut disertai dengan gerakan tangan. Itu membuat kita merasa terhibur di tengah-tengah rasa lapar dan lelah yang mendera kita.
Bukan hanya proses pembagian katering saja yang rusuh, koordinasi pada saat sholat pun juga kurang efektif. Kita hanya diberi waktu sebentar saja untuk sholat, di samping itu kita berdesak-desakkan waktu wudlu, apalagi pada sholat ashar tadi air mushola sempat tidak mengalir.

Pengalaman mengikuti LDK tahun ini sangat seru, tetapi cukup melelahkan karena jadwal kegiatan yang sangat padat dan tidak ada waktu jeda untuk istirahat yang diberikan oleh para raider dan menwa. Di samping itu, teriknya matahari juga membuat kita merasa kepanasan dan terbakar, terlebih-lebih kita tidak diijinkan untuk minum di sela-sela kegiatan.

Seluruh kegiatan yang diberikan para pelatih membuat kita lebih disiplin. Sebut saja dari hal terkecil, kita disuruh berangkat tepat waktu. Kita minum apabila telah mendapat perintah dari pihak pelatih. Setelah makan siang, para menwa praktek membangun dan membongkar tenda di hadapan para maba. Kita sangat antusias melihatnya karena ketangkasan yang diperlihatkan para menwa dalam membangun tenda tadi.
Banyak hal-hal baru yang kita temukan saat mengikuti kegiatan LDK selama dua hari ini. Dan dihari terakhir besok kita berharap LDK lebih seru dan berkesan.

Pindah Lokasi, Makan Siang jadi Lebih Nyaman




POLINES, Dimensi (29/8) - Pelaksanaan kegiatan LDK tahun ini terdapat sedikit perubahan pada sistem makan siang. Makan siang maba yang pada tahun sebelumnya dilaksanakan di lapangan hijau, kini dilaksanakan di parkiran Teknik Elektro. Selain itu, di tahun-tahun sebelumnya jika makanan maba tidak habis dalam beberapa hitungan, makanan tersebut akan diputar ke teman sebelahnya sehingga antara maba satu dengan yang lainnya dapat merasakan makanan milik temannya.

“Kata danton dan para pelatih sistem makan siang tahun ini lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Selain itu tempatnya juga lebih teduh dan makanan yang diputar masih dalam kondisi utuh, belum dimakan,” terang Yasmina Ainun, salah satu peserta LDK.

Pihak panitia LDK ingin me-lakukan suatu perbaikan dimana jika ada tempat yang memungkinkan untuk menampung sekitar 1500 orang maba, maka tempat makan siang akan dialokasikan ke tempat tersebut.
“Kalau untuk tahun-tahun sebelumnya dari institusi belum terpikirkan lokasi yang pas dengan kapasitas lebih dari 1500 orang untuk maba. Tadinya kami pernah mencoba mengalokasikan maba ke kantin Tata Niaga, tapi ternyata kapasitasnya kurang cukup untuk menampung maba,” tutur Ahmad Supriyadi selaku Penanggung Jawab LDK. Alasan lain dipindahkannya lokasi makan siang maba karena faktor kesehatan dan kemanusiaan. Se-cara teknis makan di lapangan terbuka dan terik matahari yang cukup menyengat mengakibatkan debu-debu bertebaran sehingga mengganggu pernapasan. Selain itu, banyak keluhan dari orang tua maba mengenai lokasi makan yang kurang layak untuk seorang mahasiswa yang notabene tidak berlatarbelakang pendidikan militer.

“Mengenai masalah makanan yang ditukar selagi makanan utuh itu karena kami dari Benteng Raider maupun menwa mempertimbangkan adanya faktor kesehatan. Banyak diantara maba yang tidak mengaku ataupun mengetahui bahwa dirinya mengidap suatu penyakit yang dapat menular seperti hepatitis maupun penyakit kuning,” jelas Marjuki selaku Komandan Batalyon I.

Institusi berharap dalam pelaksanaan LDK tahun 2012 ini tidak ada alasan dari maba yang terganggu masalah kesehatannya karena lokasi makan siang. Dengan pemindahan tempat diharapkan maba dapat  mendengar instruksi dari pelatih secara jelas karena lokasi yang nyaman dan teduh. Usaha panitia untuk menyeragamkan jenis makan siang maba juga akan menjadi rencana panitia di tahun-tahun selanjutnya agar kesehatan dan kebersihan makanan yang dimakan oleh maba dapat dikontrol. [nur,dyh]

Sakit Jadi Alasan untuk Mangkir




POLINES, Dimensi (29/8) - Latihan Dasar Kedisiplinan yang sebagian besar kegiatan-nya dilaksanakan di lapangan tidak jarang membuat maba merasa kepanasan dan kelelahan. Hal inilah yang membuat beberapa maba menjadi malas mengikuti kegiatan tersebut, sehingga mereka memilih untuk berpura-pura sakit agar dapat berteduh atau beristirahat. Pihak KSR sendiri mengakui pernah menjumpai maba yang berpura-pura sakit. “Ada maba yang mengaku sakit dan memaksa meminta minyak kayu putih, namun dia meminta sambil ketawa-ketawa,” ungkap Ana salah satu anggota Korps Sukarela (KSR).

Hal tersebut membuat pihak KSR menjadi lebih jeli dalam mengatasi maba yang mengaku sakit. “Pihak KSR tidak asal-asalan memberikan obat kepada maba yang mengaku sakit. Awalnya kita lihat raut mukanya, jika tidak terlihat sakit kita suruh kembali ke barisan. Dalam hal ini pihak KSR meminta bantuan Benteng Raider untuk mengecek apakah maba benar-benar sakit atau hanya berpura-pura,” tutur Ghildan selaku Koordinator Lapangan KSR.

“Untuk maba yang mengaku sakit jika berkenan kita akan melakukan pemeriksaan fisik, selain itu kita juga mengecek tekanan darah, denyut nadi, dan suhu tubuh. Jika sakitnya ringan kita suruh istirahat sebentar, se-kiranya sudah pulih kita minta kembali ke barisan,” jelas Bambang selaku tim medis dari Benteng Raider.
Akibat ulah beberapa maba yang berpura-pura sakit tersebut membuat maba lain yang masih bersemangat mengikuti LDK merasa kecewa. Tidak seharusnya mereka berpura-pura sakit sedangkan yang lain tetap mengikuti kegiatan meskipun merasa lelah dan kepanasan. “Kita tidak boleh berpura-pura sakit. Kalau tidak mau panas-panasan lebih baik tidak ikut ke-giatan LDK dan WaRNA seka-lian. Acaranya kan cuma satu minggu, jadi sayang banget kalau tidak serius,” kata Hendra, salah satu maba jurusan Teknik Mesin. Hal yang sama juga diungkapkan oleh maba lain. “Tidak baik melakukan hal tersebut, kalau memang benar-benar sakit baru istirahat,” ujar Linda.

Meskipun kenyataannya ada maba yang berpura-pura sakit, tidak berarti semua maba yang meminta istirahat berpura-pura sakit. Sebagian dari mereka yang terlihat sehat terkadang justru mengalami patah tulang, otot terjepit atau sedang dalam penyembuhan pasca operasi. Kita pun tidak boleh berpikir negatif tentang hal tersebut. “Kita harus percaya pada mabanya kalau dia mengatakan sakit. Karena kalau dipaksakan untuk tetap ikut kegiatan, dikhawatir-kan kondisinya akan semakin parah,” ungkap Pratia Nurdiansyah selaku komandan Resimen Mahasiswa. [Irm, pu3]

Selasa, 28 Agustus 2012

Sertifikat Bagi Maba Pita Merah



POLINES, Dimensi (28/8) - Latihan Dasar Kedisiplinan merupakan salah satu kegiatan  awal yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru (maba). Tak terkecuali para maba yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti penyakit jantung dan radang paru-paru.

Kegiatan yang baru ber-langsung satu hari ini dirasa memberatkan bagi maba yang sedang sakit atau mempunyai riwayat penyakit kronis seperti penyakit jantung dan radang paru-paru. Karena kegiatan ini banyak menguras tenaga seperti berlarian, berguling, dan me-rangkak. Mereka pun terpaksa tidak melaksanakan anjuran dari dokter.

 “Sebenarnya dokter menya-rankan untuk tidak mengikuti kegiatan seperti ini, karena banyak menguras tenaga. Orang tua juga tidak mengijinkan karena khawatir kalau penyakit saya kambuh lagi. Tapi mau bagaimana lagi, kalau saya tidak ikut saya harus mengulang tahun depan,” tutur salah satu maba yang mengidap penyakit jantung. Tidak jauh berbeda dari penuturan maba tersebut, salah seorang maba lainnya menuturkan hal yang sama. Maba yang mengidap penyakit radang paru-paru ini menjelaskan bahwa sebenarnya dokter tidak memperbolehkan untuk mengikuti kegiatan tersebut, namun karena ingin mendapatkan sertifikat de-ngan berat hati ia menjalaninya. Meskipun sudah meminta izin dan menjelaskan tentang penyakit yang diidapnya terhadap pihak Resimen Mahasiswa, namun Menwa hanya mendata saja. “Dengan kondisi saya seperti ini sebenarnya saya hanya ingin ikut satu hari, namun dari informasi yang saya dapat, jika ingin mendapatkan sertifikat harus mengikuti LDK selama tiga hari,” jelasnya.

Di tempat yang berbeda, Komandan Resimen Mahasiswa Pratia Nurdiansyah mengatakan bahwa untuk maba yang sakit kronis boleh mengikuti LDK minimal dua hari. “Untuk maba yang sakit parah seperti radang paru-paru, mereka yang penting masuk lalu absen. Kalau tidak ikut kegiatan tidak apa-apa  yang penting mereka sudah ada niat untuk mengikuti LDK. Dari pihak KSR juga sudah me-nyediakan Rumah Sakit untuk tempat istirahat mereka,” tutur-nya.

Menurut Bambang, salah satu tim medis dari satuan Ben-teng Raider, pihaknya sudah me-merintahkan para Komandan Pleton (Danton) untuk menge-cek maba yang sakit agar diberi pita merah dan disendirikan serta memantaunya di setiap kegiatan. Apabila ada kegiatan fisik mere-ka harus keluar dari barisan. Meski mereka diberi perhatian lebih selama mengikuti kegiatan ini, mereka tetap merasa kerepotan dalam menjalankan-nya. “Walaupun saya sering isti-rahat tapi badan saya tetap me-rasa capek dan pusing kalau ter-lalu lama di bawah panas mata-hari,” kata salah satu mahasiswa.

Pihak Korps Sukarela sendiri hanya bisa membantu menye-diakan obat-obatan untuk penya-kit ringan saja seperti pusing, mual dan demam. Untuk penyakit kronis biasanya maba sudah membawa obat sendiri.  Selain itu mereka juga menyediakan 'Ru-mah Sakit' di Gedung Admi-nistrasi Niaga sebagai tempat ber-istirahat maba yang sakit parah. [irm,pu3]