This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 September 2012

Malam Minggu, Tembalang Festival Lebih Ramai



TEMBALANG, Dimensi (22/9) Tembalang Festival, acara yang diadakan oleh sekumpulan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) satu tahun sekali terbukti ramai menyedot pengunjung. Mengusung tema “Creativity Movement” panitia benar-benar menghadirkan suasana yang sangat cocok untuk kaum muda yang penuh kreatifitas dan semangat di lokasi pertokoan BQ Square. Acara tersebut dimulai dari hari Jum’at sore dan diwacanakan berakhir pada hari Minggu, pukul 22.00 WIB.

Partisipasi dari pihak-pihak luar seperti komunitas, penjual jajanan, dan penjual barang siap pakai yang mendominasi acara tersebut. Tembalang Festival juga menjadi ajang kebolehan oleh beberapa komunitas seperti Komunitas Seni Polines (Konsep) yang menampilkan shuffle dance pada hari pertama. Pihak panitia meggelar hiburan utama dengan mendirikan panggung untuk pertunjukkan band-band lokal yang sengaja diundang untuk memeriahkan acara.

Pada hari pertama, acara tersebut berjalan lancar namun belum begitu ramai pengunjung, pengunjung masih didominasi oleh komunitas-komunitas dan penjual yang membuka stand disana. Karena hari itu merupakan pembukaan acara sehingga partisipan masih sibuk mempersiapkan stand mereka masing-masing. Saat malam pengunjung baru mulai berdatangan dan lebih ramai dari sore harinya.

Siang hari pada hari kedua acara Tembalang Festival pun belum begitu ramai. Pengunjung mulai membanjiri BQ Square saat hari gelap. Pengunjung berjejalan masuk ke dalam area Tembalang Festival, memenuhi stand-stand, dan berjejer di depan panggung. Suasana pun semakin meriah saat band undangan memulai pertunjukkannya, bahkan di akhir pertunjukkan salah satu band dinyalakan kembang api, alhasil suasana pun semakin meriah.

Namun beberapa kendala ditemui di area parkir dan jalan di depan BQ Square. Parkiran belum memadai untuk menampung kendaraan pengunjung yang membludak sehingga terpaksa kendaraan diparkir di depan toko-toko di sekitar area BQ Square. Tak sedikit juga kendaraan roda empat yang parkir di pinggir jalan sehingga mempersempit badan jalan. Hal itu menyebabkan arus kendaraan yang memang sudah padat menjadi semakin macet. [shofi]

Senin, 09 Juli 2012

Mahasiswa Polines Tampil di Ajang UNESCO


Syahadah Rizka Anefi, mahasiswa Teknik Elektro Polines terpilih menjadi lima peserta terbaik dalam kegiatan Rio +20: My Idea for Sustainable Lifestyle (MISL).  Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dari United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) regional Asia Tenggara, Connect Asia dan Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti) Jakarta, menjelang acara Konferensi Rio +20 di Rio Dejaneiro, Brazil pada 22 Juni 2012. Kamis, (14/6) yang lalu ia dan empat peserta lainnya mempresentasikan karya masing-masing berupa video melalui teleconference. Teleconference tersebut menghubungkan setiap peserta di universitas masing-masing dengan panitia penyelenggara di kantor pusat  Dikti, Senayan,  Jakarta. Empat peserta lainnya berasal dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Brawijaya (Unbraw), Universitas Presiden Jakarta, dan Universitas Parahyangan.
Tidak seperti universitas lain yang mengunakan fasilitas teleconference yang baik, Polines hanya melakukan teleconference dengan sistem Skype. Sebenarnya pihak Polines sudah memiliki ruangan dan fasilitas teleconference yang lengkap, namun sayangnya fasilitas tersebut tidak bisa digunakan karena dalam kondisi rusak akibat hampir tiga tahun tidak digunakan. Oleh karena itu pihak Informasi dan Teknologi (IT) Polines memberi kebijakan untuk menggunakan teknologi Skype. Jaringan Skype ini telah diuji coba dengan pihak Dikti Jakarta pada Selasa (12/06).
Dalam presentasi yang berlangsung kira-kira sepuluh menit itu Rizka menjelaskan latar belakang pembuatan video serta harapannya kedepan tentang Sustainable Lifestyle. Video berdurasi tiga menit empat puluh satu detik tersebut berisi hal-hal kecil tentang gaya hidup sehat yang dilakukan secara berkelanjutan. Diantara gaya hidup tersebut adalah dengan bersepeda, membiasakan minum dari tempat minum sendiri, memisahkan sampah organik dan non organik dan masih banyak lagi. Melalui video itu ia ingin mengajak masyarakat khususnya anak-anak muda untuk melakukan gaya hidup sehat secara berkelanjutan. Mahasiswi asal Madiun ini meyakini bahwa hal-hal kecil tersebut dapat menyelamatkan lingkungan dan bumi sebagai warisan untuk generasi mendatang. Selain itu ia juga menginginkan pemanfaatan kembali kendaraan tradisional yang ramah lingkungan yang belakangan mulai ditinggalkan. Selain menjelaskan karyanya, dalam presentasi tersebut ia juga menerima komentar dan masukan dari pembicara tamu dan penonton. Pembicara tamu tersebut adalah Michele Zaccheo, Director of United Nations Information Centre (UNIC) Jakarta dan Leo Mokodompit, Koordinator UNESCO Youth Desk. Sedangkan penonton adalah para mahasiswa yang berasal dari universitas-universitas yang tergabung dalam UNESCO Youth Desk.
Mahasiswi semester dua ini mengaku bahwa ia cukup kaget dengan prestasi tersebut. “Saya tidak yakin video ini akan lolos, apalagi saya mengirimkannya  pas hari terakhir  pengumpulan,” ungkapnya. Garup Lambang Goro, S.T, M.T selaku Pembantu Direktur III mengungkapkan bahwa ia sangat bangga atas prestasi emas tersebut. “Kami akan terus dukung kreativitas dan inovasi mahasiswa untuk berkiprah di ajang nasional maupun internasional,” ujarnya pada salah satu media cetak, Jumat (15/6) yang lalu.
Lima hari selepas presentasi, kini Rizka tengah menunggu tanggapan selanjutnya dari pihak UNESCO. Berdasarkan info yang ia terima,  ia akan mendapat sertifikat dan marchandise dari panitia yang akan langsung dikirim ke alamatnya. Rizka berharap agar pihak Polines lebih apresiatif terhadap prestasi mahasiswanya. Ia juga berharap agar ada lebih banyak lagi mahasiswa lain yang mengikuti jejaknya. “Do little things to make a big changes for your environment,” pesannya. Terakhir ia mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya pada Hermawan Ivo dan Muh. Anwar yang telah ikut membantunya dalam pembuatan video tersebut.[abr]

Rabu, 06 Juni 2012

Sosialisasi Konsentrasi Program Studi Teknik Mesin




Kajur Teknik Mesin beserta jajarannya dalam 
sosialisasi konsentrasi di prodi Teknik Mesin



Polines, DIMENSI (06/06) – Program Studi Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin pada siang tadi menggelar sosialisasi tentang konsentrasi yang terdapat pada prodi tersebut. Acara yang dimulai pukul 13.00 ini dibuka oleh Ketua Jurusan Teknik Mesin, Bapak Kunto. Pandangan mahasiswa yang selama ini cenderung salah terhadap konsentrasi melatarbelakangi diadakannya acara sosialisasi yang baru pertama kali ini diselenggarakan.

Selama ini mahasiswa Prodi Teknik Mesin beranggapan bahwa antara konsentrasi satu dengan yang lain memiliki tingkatan kualitas berbeda. Padahal, semua konsentrasi memiliki level yang sama, tak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Dalam ijazah juga tak tercantum konsentrasi, sehingga tak membatasi lulusan untuk mencari pekerjaan.

Memang pada Prodi Teknik Mesin terdapat empat konsentrasi. Yakni perancangan, perawatan, produksi, dan alat berat. Pengonsentrasian dilakukan saat mahasiswa memasuki semester lima. Namun, dalam acara sosialisasi ini mahasiswa semester dua turut diundang. “Sebenarnya ini cuma untuk anak semester 4, namun kita juga mengundang anak semester 2 agar jauh-jauh hari mereka memiliki pandangan tentang konsentrasi apa yang nantinya akan diambil. Serta mengklarifikasi juga tentang adanya konsentrasi ini,” ujar Bapak Joko Tri, Kaprodi Teknik Mesin yang baru saja terpilih menggantikan Bapak Heru.

Dalam acara tersebut juga hadir perwakilan dari PT Indo Tractor. Kehadiran pihak Indo Tractor tersebut juga dalam rangka menyosialisasikan salah satu konsentrasi yaitu konsentrasi alat berat. Konsentrasi yang baru dibuka setahun ini merupakan hasil kerjasama prodi teknik mesin dengan PT Indo Tractor dalam rangka perekrutan pegawai.

Jumat, 25 Mei 2012

POLINES menjadi Tuan Rumah PEKSIMIDA ke XI

Polines,DIMENSI- Kamis(24/05) berlangsung acara Pekan Seni Mahasiswa Daerah Selekda Tangkai Vocal Group Tingkat Jateng ke XI (PEKSIMIDA) di Ruang Serba Guna Polines.Acara ini sebelumnya diawali dengan technical meeting yang dilaksanakan pada hari Rabu.
”Ini kali pertama Polines dtunjuk menjadi tuan rumah,karena kita baru menjadi anggota aktif selama 3 tahun,” ungkap Lilik, ketua panitia penyelenggara yang  juga merupakan dosen Jurusan Teknik Sipil Polines. Selain itu, Polines juga baru pertama kali ikut berpartisipasi dalam kontes PEKSIMIDA ke XI. Perwakilan dari Polines beranggotakan 12 orang dari UKM KONSEP.
Ruang serba guna dipadati oleh para perserta dan para penonton. Persiapan peserta lomba sangat matang terlihat dari kostum yang dikenakan juga dari performance mereka di atas panggung.Penampilan mereka sangat memukau para penonton.Hal ini ditunjukkan setiap kali peserta usai perform, penonton banyak yang memberikan applause.Sehingga persaingan diantara peserta semakin sengit.Salah satu penampilan yang banyak menerima applause dari para penonton yakni dari Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.
“Ini acaranya terbilang sukses,dan pelaksanaannya lancar dan terstruktur” jelas Lilik.
Peserta datang dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Jawa Tengah.Sebanyak 16 grup mengikuti acara tersebut, dimana dalam 1 grup beranggotakan minimal 5 orang dan maksimal 12 orang. Acara PEKSIMIDA diadakan 2 tahun sekali oleh Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia(BPSMI). Masing-masing vocal group menyanyikan 2 lagu.Dimana terdiri dari lagu wajib dan lagu pilihan.Lagu wajib terdiri dari Nasi Kododai dan Lo Song.Sementara lagu pilihan terdiri dari Indonesia Jaya, Pelangi di Matamu dan Burung Camar. Satu yang paling baik dari yang terbaik nantinya akan diikutsertakan dalam lomba tingkat nasional mewakili Jawa Tengah di kota Mataram, Nusa Tenggara Barat tanggal 1-6 Juni 2012.
Puncak acara PEKSIMIDA yaitu ketika dibacakannya pengumuman pemenang oleh ketua juri dalam acara tersebut. Juara Harapan III dengan perolehan nilai 1400 diraih oleh Politeknik Negeri Semarang, Juara Harapan II dengan perolehan nilai 1439 diraih oleh Universitas Negeri Semarang, Juara Harapan I dengan perolehan nilai 1454 diraih oleh Universitas Katholik Soegijapranata, Juara III dengan perolehan nilai 1489 diraih oleh Universitas Dipenogoro, Juara II dengan perolehan nilai 1507 diraih oleh Universitas Sebelas Maret, dan trophy Juara I dengan perolehan nilai 1532 telah berhasil dibawa pulang oleh Universitas Kristen Satya Wacana. [ninda-septi]

Senin, 23 April 2012

Short Course of TOEFL


Polines, DIMENSI (13/04) - The Test of English as a Foreign Language (TOEFL) merupakan salah satu cara untuk mengetahui tingkat profisiensi Bahasa Inggris mahasiswa. Sesuai surat keputusan dari pusat yang berlaku mulai kelulusan 2009, mahasiswa diwajib lulus tes TOEFL sesuai skor yang ditentukan tiap prodinya. Tes tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa tingkat akhir (angkatan 2009), dengan biaya Rp 30 ribu untuk dua kali tes karena belum tersedianya dana dari pusat.  Sedangkan jika mengulang, harus membayar Rp 30 ribu lagi untuk dua kali tes dan untuk selanjutnya hanya Rp 10 ribu untuk tiap tesnya. Harga tersebut sudah sangat murah jika diban-dingkan biaya tes di lembaga luar institusi yang berkisar  Rp 180 ribu.
Pihak pusat sebenarnya menghendaki TOEFL berbasis Institutional Testing Program (ITP) dengan biaya tes swadana sebesar Rp 300 ribu. Namun mengingat tes TOEFL bagi mahasiswa angkatan 2009, untuk mencapai kelulusan harus mengulang beberapa kali tes. Sehingga untuk angkatan 2010 keatas dipersiapkan dengan mengadakan pelatihan.
Pelatihan ini diadakan setiap Sabtu selama tiga minggu, sejak pukul 08.00-13.00 WIB.  Pelatihan tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa tingkat awal dan menengah dan program tersebut baru dimulai tahun ini. Pihak UPT Bahasa sendiri dilarang memungut dana dari mahasiswa, namun karena dana yang turun dari pusat minim, pihak UPT mengambil solusi dengan mengadakan pelatihan gratis dan hanya mengganti biaya modul, CD, dan post test sebesar Rp 50 ribu. Post test itu sendiri bertujuan untuk memberikan prediksi terhadap masing-masing mahasiswa sebelum benar-benar menghadapi ITP-TOEFL nantinya.
Maksimal ketidakhadiran pelatihan adalah satu kali, selebihnya akan dikenakan Surat Peringatan (SP) dari kampus dan mengganti biaya pelatihan sebesar Rp 150 ribu. “Dana dispensasi akan digunakan untuk biaya operasional, mengurangi biaya test, atau diakumulasikan. Yang jelas nanti akan kembali lagi ke mahasiswa, entah itu untuk adik angkatan atau dipergunakan saat kelulusan,” ungkap Vera, Administrator UPT Bahasa .
Tentor yang diberdayakan dalam training tersebut me-rupakan dosen Bahasa Inggris dari masing-masing jurusan. Namun seperti yang dikeluhkan salah seorang maha-siswa Jurusan Elektro yang tidak mau disebut namanya, menyatakan bahwa dalam penyampaian materi kurang memuaskan.
“Karena ini short course, kendalanya menyesuaikan skills yang ada di TOEFL bisa tercakup semua. Keterbatasan tenaga pengajar juga, kalau ada yang tidak bisa hadir susah mencari gantinya. Lalu kendala lagi untuk memperbanyak modul dan kaset CD untuk 300 mahasiswa setiap sesinya.” ungkap Sasongko, dosen Bahasa Inggris Elektro.
Ujian ITP dirancang agar dapat menjadi ukuran keahlian seseorang dalam berbahasa Inggris, tetapi bukan untuk me-nilai kecerdasan akademis. Sedangkan apabila mahasiswa menginginkan sertifikat hasil TOEFL tersebut, dikenakan biaya sebesar Rp 5 ribu untuk setiap mahasiswa.
Sri Wahyuni selaku Sekre-taris UPT Bahasa menyatakan bila skor ITP TOEFL kini tidak hanya diperlukan di dalam lingkungan akademis, tapi juga di beberapa instansi kerja swasta dan negeri baik di dalam dan di luar negeri sebagai prasyarat bagi para pelamar kerja maupun untuk kenaikan jabatan atau promosi.
Berbeda dengan tes yang dilaksanakan oleh tingkat akhir sekarang ini. Sri Wahyuni mengatakan bahwa tes tersebut hanyalah prediction test dan sebenarnya tidak sah jika dilabeli TOEFL. Walaupun tes tersebut hanya merupakan prediction test, tetap dapat digunakan untuk prasyarat mendaftar pekerjaan maupun universitas selama tidak ke luar negeri.[Shofi,Septi]

Kamis, 12 April 2012

Selisih 54 Suara Menjadi Penentu Kemenangan


Polines,DIMENSI - (10/04) Puncak dari serangkaian Pemilu Raya (Pemira) hari Selasa (10/4) telah menghasilkan keputusan yakni terpilihnya pasangan Reza-Anto sebagai Presma-Wapresma periode 2012-2013 dengan perolehan 869 suara. Di peringkat kedua, tampak pasangan Ilzam-Fadhlan memperoleh sebanyak 815 suara dan peringkat ketiga diduduki oleh pasangan Dedy-Rizky dengan 545 suara. 
Persaingan untuk menduduki kursi Presma - Wapresma pada tahun ini terlihat lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan jumlah calon bertambah dan setiap calon berpasangan dengan jurusan yang berbeda. Seperti pasangan Reza-Anto, dimana Reza berasal dari Jurusan Akuntansi, dan Anto dari Jurusan Teknik Sipil. 
Mengenai banyaknya golput dan surat suara rusak yang masih banyak, Ketua Komisi Pemilu Raya (KPR), Alfin Kurniawan Azizi menyatakan bahwa mereka yang golput belum menyadari manfaat, peran serta fungsi BEM dan BPM. Sedangkan untuk kerusakan kartu suara disebabkan oleh cara pencontrengan yang salah. Seperti salah satu surat suara yang terdiri dari 3 foto pasangan kandidat, di contreng ketiganya sehingga dianggap tidak sah. Ketua KPR juga menyatakan apabila terjadi  human error dari KPR yakni kelalaian pengecapan kartu suara. 
Ia berharap agar semua kandidat terpilih dapat merangkul semua mahasiswa, karena mereka dipilih langsung oleh mahasiswa Polines. Muh. Reza Aji Perdana selaku Presiden Mahasiswa terpilih berharap agar dirinya dapat menjalankan amanah, menuntaskan visi dan misi, membawa perubahan ke BEM dan membawa Polines ke arah yang lebih baik.” [ika]

Kelanjutan Nasib Alat – Alat Hasil TA


Polines, DIMENSI - (05/04)  Polines yang memiliki lima Jurusan, setiap tahunnya akan kebanjiran oleh berbagai produk hasil karya TA mahasiswanya. Salah satunya adalah karya dari jurusan Teknik Mesin yang  mencapai 60 buah/ tahun.
Ketua gudang Jurusan Teknik Mesin, Sunarto menu-turkan bahwa alat-alat hasil TA tersebut disimpan di gudang perawatan. Selain itu, sebagian dari alat tersebut difungsikan untuk proses perkuliahan di Jurusan Teknik Mesin. Salah satunya adalah mesin poles yang berfungsi untuk menghaluskan permukaan material yang akan dipakai untuk praktek.
Namun, Sunarto tidak dapat memastikan mengenai berapa banyak jumlah alat yang dapat difungsikan. “Hasil TA mahasiswa Jurusan Tehnik Mesin yang kebanyakan dapat difungsikan di lab jurusan adalah sistem hidrolik,” ujar Sunarto. Namun sebagian hasil TA juga dibongkar karena tidak dapat difungsikan. Beliau juga memaparkan bahwa hasil TA di tahun sebelumnya dapat digunakan kembali  sebagai bahan TA tahun berikutnya, namun harus berdasarkan rekomendasi dari pembimbing.
Menanggapi mengenai nasib alat hasil TA, Cynthia salah satu Mahasiswi KE 3D menyatakan, “Sebenarnya eman-eman juga, secara bikinya kudu beli alat-alat yang mahal juga. Menghabiskan waktu juga, jadi eman-eman kalo cuma dianggurin.  Mungkin bisa dipakai untuk praktek adik kelas saja.”
Prestasi tercetak pada tahun 2010 yakni hasil TA mahasiswa prodi Mesin berupa mesin perajang sampah, mampu menarik perhatian sebuah perusahaan.  Dimana perusahaan tersebut  menginginkan agar alat tersebut di produksi  untuk perusahaanya. Selain itu, di tahun 2010, Badan Pemberdayaan Masyarakat (Baper-mas) melirik hasil TA dan memesan sebuah mesin Mikrohidrolik. “Setiap tahun kita juga memamerkan hasil TA unggulan mahasiswa jurusan Teknik Mesin saat acara Dies Natali Polines ketika peneri-maan mahasiswa baru,” ujar   Sunarto.
Salah satu Mahasiswa tingkat III Jurusan Teknik Mesin yang enggan disebutkan namanya juga menuturkan bahwa ia tidak mengetahui mengenai hasil TA yang tiap tahunnya dipesan oleh pihak luar. “Saya berharap agar alat tersebut sebaiknya di rawat dengan baik,” tutup mahasiswa tersebut. [ninda, rth]

Audiensi Berujung Debat


Polines, DIMENSI - (05/04)  Kampanye terbuka yang diadakan di Kantin Tata Niaga, benar-benar menguji kesiapan calon presiden dan wakil presiden mahasiswa. Mengawali acara, ketiga pasangan capresma dan cawapresma menyebutkan visi dan misi masing-masing. Salah satu pasangan bahkan secara lantang menyatakan bahwa 100% telah siap untuk menjadi presiden mahasiswa. Namun saat inti acara berlangsung yakni sesi debat dengan audients yang merupakan perwakilan ormawa, ketiga pasangan terlihat ragu-ragu dalam menjawab pertanyaan.
Suasana semakin memanas ketika audients merasa belum puas dengan jawaban yang diberikan oleh para kandidat. Terbatasnya waktu untuk menjawab yang disediakan panitia, membuat kandidat tidak dapat menyempurnakan jawaban, bahkan terkesan belum mengena pada apa yang ditanyakan.
Jumlah penanya yang diba-tasi oleh panitia semakin membuat audient kesal. Hingga akhirnya empat penannya sekaligus meluncurkan pertanyaan yang semakin membuat para kandidat kebingungan. Salah satu pertanyaannya adalah mengenai 10 permasalahan yang sekarang ini dihadapi di Polines.
Disini mental para kandidat benar-benar diuji.  Muchlisin, presiden mahasiswa pun berteriak, “Ayo, kita butuh waktu cepat di sini!”  Namun, bukannya bergegas menjawab, para calon nampak masih berunding. “Saya tidak perlu memilih siapa dulu yang harus menjawab, siapa yang lebih siap untuk menjadi Presiden Mahasiswa yang akan berani untuk menjawab terlebih dahulu,” ujar komandan KSR saat moderator memintanya untuk memilih pasangan mana yang harus menjawab terlebih dahulu.
“Baru menjawab pertanyaan saja belum bisa cepat dan menghargai waktu, bagaimana nantinya ketika mereka harus menghadapi masalah-masalah yang lebih berat setelah menjadi Presma?” ujar salah seorang audient.
Suasana semakin memanas ketika ketiga pasangan diminta saling adu visi dan misi. Di sesi ini terlihat karakter masing-masing kandidat. Ada yang ter-lihat tenang, namun ada juga yang terlihat membara dan emosi dalam debat ini.
“Menurutku dialog ini sangat efektif, sekarang kita tahu kalau capresma tidak siap dengan suara rakyat yang datang secara beruntun,” ujar Eky salah satu audient kampanye debat terbuka. [vitri, niar]

Kamis, 15 Maret 2012

Macetnya Pendaftaran Beasiswa


Polines,DIMENSI(12/3)-Setiap tahunnya program beasiswa di Polines selalu diminati oleh para mahasiswa. Namun sayangnya pada tahun ini proses pendaftaran beasiswa masih terhambat pada bagian input data. Seperti yang dituturkan Purnomo,S.H,M.Si selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan, kesulitan input tersebut dikarenakan adanya tahap perpindahan data dari Simadu ke Bank Data yang belum selesai. Sehingga data mahasiswa pada bagian IPK dan smester terakhir masih belum terisi atau belum terbaharui.  “Saya sudah bisa input, tapi data yang tercantum masih data dari semester satu, padahal saat ini saya sudah semester empat,” tutur salah satu mahasiswa yang juga ikut mengajukan beasiswa.
Kesulitan input ini menyebabkan data-data terbaru dari mahasiswa belum dapat diolah untuk proses seleksi periode April-Agustus 2012. “Jika sampai batas waktu pendaftaran (16/3) proses pemindahan data belum selesai, maka akan dilakukan input secara manual oleh petugas. Alternatif lainnya, kami akan memperpanjang waktu pendaftaran,” jelas Suharno,S.H selaku staf bagian kemahasiswaan. Meskipun terjadi keterlambatan, dana beasiswa akan tetap dicairkan dan diberikan kepada mahasiswa yang berhak. “Kami berharap tidak terjadi hambatan pada proses realisasinya,” jelas Purnomo,S.H,M.Si.
Selanjutnya untuk mengantisipasi agar hal ini tidak akan terulang pada periode-periode selaunjutnya, pihak kemahasiswaan akan memperbaiki dan meningkatkan pelayanan aplikasi beasiswa. Usaha perbaikan tersebut diantaranya adalah dengan melakukan pengumuman pendaftaran beasiswa lebih awal, mengantisipasi data dasar yang diperlukan, serta menunjuk second man dari pihak lembaga khususnya bagian kemahasiswaan untuk mengelola aplikasi beasiswa tersebut. Saat ini Polines juga sedang membangun integrasi IT, sehingga nantinya aplikasi beasiswa akan ikut diintegrasikan ke dalamnya.
 Disamping itu Polines akan melibatkan lebih luas lagi unsur-unsur yang dapat memberikan data atau informasi agar pemberian beasiswa dapat lebih tepat sasaran, meskipun sebenarnya selama ini proses evaluasi pemberian beasiswa sudah dilakukan semaksimal mungkin. “Guna meningkatkan gairah dan budaya kompetisi sekaligus menunjang terwujudnya academic atmospher, maka Polines akan menggeser proporsi (kuota) beasiswa, yang semula dominan di BBM secara bertahap digeser ke PPA,” tambah beliau.(tiara,ambar-mgg)

Eksistensi KSR melalui HDC IV


Polines, DIMENSI (11/3) - Korps Suka Rela (KSR) menyelenggarakan agenda tahunan Henry Dunant Competition (HDC) pada Jumat (9/3) hingga Minggu (11/3), di kampus Polines.  Seperti yang diungkapkan oleh Fauzi Amani selaku Komandan  KSR, HDC tahun ini adalah tahun keempat dan tema yang dipilih adalah “Implementation of Volunteer’s Skill With Creative Competition”. Tujuan dan sasaran kegiatan ini tetap sama yaitu sebagai bentuk promosi Polines di tingkat SMK/SMA dan menumbuhkan bibit-bibit baru yang selalu tanggap bila ada yang membutuhkan pertolongan
            Ada tujuh macam kategori yang dilombakan dalam kompetisi ini guna memperebutkan trofi dan sertifikat untuk setiap sub kategori yang dilombakan.  Antara lain Pertolongan Pertama (PP), Perawatan Keluarga (PK), Pendidikan Remaja Sebaya (PRS), Poster, Pentas seni, Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Cerdas Cermat. Terdapat 18 kontingen yang terdiri atas 10-15 peserta dan satu official dari anggota PMR tingkat SMA/SMK  se-Jateng dan DIY yang turut berpartisispasi dalam acara ini.
            Rangkaian kegiatan HDC ini diawali dengan registrasi peserta pada hari Jumat. Sedangkan untuk  upacara pembukaan dan kegiatan perlombaan diadakan pada hari Sabtu. Setelah tampil dan mengikuti beberapa rangkaian kegiatan, SMA 1 Banjarnegara yang diwakili dua kontingen masing-masing keluar sebagai juara umum pertama dan ketiga, sedangkan juara kedua diraih oleh SMK 1 Depok, Sleman.
            Kesuksesan HDC IV ini tidak lepas dari kerja keras panitia dalam mempersiapkan semuanya sejak bulan November lalu. Namun kesuksesan itu tak lepas dari berbagai kendala yang datang seperti keluhan yang datang dari beberapa peserta. “Panitianya seperti belum siap, juga tidak ramah, banyak larangan-larangn ketika lomba dimulai padahal waktu techmeet sebelumnya tidak dijelaskan. Misalnya waktu menunggu lomba, peserta diisolasi di ruang tertentu, mereka tidak diberi minum, ketika saya mau memberi minum lewat jendela malah dimarahin. Selain itu air bersih juga tidak tersedia, konsumsi pun kurang padahal biaya registrasinya 200ribu” ungkap Vita salah satu official dari SMA 3 Boyolali.(tiara,nur-mgg)

Minimnya Apresiasi Dosen


Polines,DIMENSI(9/3)-Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) mengadakan Dialog Akademik pada Rabu (7/3) yang lalu. Kegiatan bertajuk “Dengan Dialog Akademik Kita Tingkatkan Mutu dan Kualitas serta Sarana dan Prasarana Jurusan Teknik Mesin” ini berlangsung di ruang auditorium Polines. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang diadakan oleh HMM setiap tahunnya.  Sedangkan tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai sarana silaturahmi antara mahasiswa jurusan Teknik Mesin dengan para dosen, sebagai wadah menyampaikan aspirasi mahasiswa serta untuk mengevaluasi sistem akademik yang ada di Jurusan Teknik Mesin.
Adanya Dialog Akademik ini  mendapat sambutan yang cukup baik dari mahasiswa. Hal ini terbukti dengan banyaknya mahasiswa yang hadir. “Kami tidak menyangka jika respon dari teman-teman akan sebesar ini. Bahkan ruang auditorium hampir penuh oleh peserta.” Tutur Abda’u Sahab selaku panitia. Selain itu tingginya sambutan mahasiswa juga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh para peserta. Sebagian besar pertanyaan muncul dari mahasiswa tingkat III. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pun cukup beragam. Mulai dari masalah klasik tentang sarana dan prasarana jurusan, hingga klarifikasi tentang adanya dugaan perlakuan istimewa dari dosen bagi mahasiswa perempuan. “Selama ini belum ada bukti yang kongkrit tentang hal tersebut. Namun jika memang nantinya terbukti bahwa hal tersebut benar-benar terjadi, maka tentunya akan ada sanksi tegas yang diberikan pada oknum yang melakukan,” terang Wiwik Purwati dosen Prodi Konversi Energi menanggapi pertanyaan tersebut.
Lain halnya dengan apresiasi yang datang dari pihak dosen. Jika mahasiswa cukup menyambut baik kegiatan ini, namun ternyata acara ini terkesan tidak diapresiasi dengan baik oleh para dosen. Hal ini terbukti dengan minimnya dosen yang hadir. Dari sekitar tujuh puluh dosen yang diundang, hanya tiga puluh delapan orang yang memenuhi undangan. “Dialog Akademik itu penting tidak pak? Jika memang penting mengapa hanya sedikit dosen yang hadir disini?” tanya salah satu peserta. Menanggapi hal tersebut Drs. Kunto Purbono, M.Sc  selaku ketua jurusan Teknik Mesin menuturkan bahwa banyaknya dosen yang absen dikarenakan banyak dosen yang memilki kepentingan lain seperti sedang ditugaskan keluar Polines, mengikuti rapat, dll. (ambar-mgg)

Senin, 09 Januari 2012

Tangan Dingin Karni Ilyas


Siapa yang tak mengenal suara serak tokoh kartun Bang One yang sering muncul di program televisi tv One.  Suara berat dan penuh selidik saat menginterogasi narasumber dengan pertanyaan-pertanyaan yang “menohok”, itulah suara milik Sukarni Ilyas, atau yang saat ini lebih dikenal dengan Karni Ilyas. Ya, Karni Ilyas yang saat ini menjabat sebagai editor in chief salah satu tv swasta milik Bakrie Group, tv One, menjadi pengisi suara tokoh kartun yang menjadi ikon tv One tersebut. Selain itu, saat ini beliau menjadi moderator dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di tv One yang dulunya bernama Jakarta Lawyer Club (JLC).
                Kepiawaiannya menggali informasi dari narasumber membuat acara tersebut begitu diminati dan memiliki rating yang cukup tinggi.  Ternyata tak hanya saat di tv One, televisi-televisi swasta yang beliau pimpin sebelumnya juga menjadi naik ratingnya. Karni Ilyas memang dikenal sebagai pemegang media bertangan dingin, media apapun yang dipegangnya akan dibawanya menuju jajaran televisi swasta teratas, seperti tv One saat ini.
                Karni Ilyas, terlahir dengan nama Sukarni Ilyas di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 25 September 1952.  Bakat jurnalistiknya sudah tampak semenjak masih kecil, terbukti dengan tulisan pertamanya berupa puisi yang dimuat di koran Haluan Padang. Dari situ, minatnya untuk menjadi wartawan semakin kuat.  Tapi kenapa harus wartawan? Menurutnya, ada satu hal dari wartawan yang tidak dimiliki profesi lain.  “Kita bertarung agar bisa menjadi yang pertama dan terbaik,” ungkapnya.
                Track record beliau yang begitu berpengalaman di media, dari yang dulunya media cetak kemudian merambah ke media televisi, menjadikannya seorang wartawan senior yang tak diragukan lagi kemampuannya.  Bahkan setelah ia menduduki jabatan sebagai pemimpin redaksi, seringkali beliau tak segan untuk turun ke lapangan untuk berbaur dengan reporter junior.
                Begitulah Karni Ilyas, sosok yang mencintai profesinya. “Cinta, itu sebabnya. Kalau sudah cinta, mau kerja seberat apapun akan jadi mudah,” ungkapnya dalam Seminar Pendidikan Jurnalistik XIX LPM Dimensi di RSG Polines beberapa waktu lalu.[bell]

Jumat, 07 Oktober 2011

Deklarasi dan Launching Tim PS Persepu Polines


Polines, DIMENSI – Bergabungnya tim kesebelasan Polines dengan Persatuan Sepakbola Putra Utama (Persepu) menjadi PS Persepu Polines telah diresmikan kemarin dalam acara “Deklarasi dan Launching Tim PS Persepu Polines” , jumat, 30 September 2011 pukul 19.00 WIB di Ruang Serba Guna Polines. Acara yang dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya tersebut dihadiri oleh Direktur beserta jajarannya, Pengcab PSSI Kota Semarang, Dewan Pembina PS Persepu Polines, aparat pemerintahan Tembalang dan sekitarnya, Polsek Tembalang, Pimpinan Perbankan, serta para pemain tim PS Persepu Polines.

Acara inti baru terselenggara pukul 20.00, dimulai dengan sambutan oleh Bapak Garup Lambang Goro selaku ketua panitia penyelenggara, Bapak Indartono selaku pendiri PS Persepu dan Direktur Polines, Dr. H. Totok Prasetyo, B. Eng, M.T. Kemudian acara dilanjutkan dengan pendeklarasian tim PS Persepu Polines. Dengan pembacaan deklarasi oleh manager tim Persepu dan Direktur Polines serta penyerahan bendera tim secara simbolis dari pihak Persepu kepada pihak Polines, tim PS Persepu Polines resmi dideklarasikan. Setelah acara deklarasi usai, dilanjutkan dengan pelantikan pengurus tim oleh Pengcab PSSI Kota Semarang. Bapak Garup Lambang Goro dipilih sebagai ketua pengurus tim PS Persepu Polines.

“Dengan sepakbola, mahasiswa akan memiliki jiwa sportif dan kuat, sehingga setelah lulus dapat menjadi pribadi yang kompetitif dan unggul,” ungkap Dr. H. Totok Prasetyo, B. Eng, M.T. dalam pidatonya. Beliau juga menambahkan, hal ini bisa menjadi salah satu sarana untuk kita mempromosikan diri.

Sebelumnya, Tim sepakbola Polines berhasil masuk ke Divisi I PSSI Kota Semarang setelah bergabung dengan Persepu Semarang. Setelah melalui beberapa tahapan seleksi ─antara lain seleksi fisik dan skill─ kurang lebih 20 pemain muda yang terdiri dari mahasiswa berhasil masuk ke tim inti Polines dan selanjutnya bergabung dengan pemain dari Persepu. Bergabungnya tim sepakbola Polines dengan Persepu antara lain karena Pengcab (pengurus cabang) PSSI Kota Semarang tidak lagi menerima klub baru, sehingga Polines menerima tawaran untuk merger (bergabung) dengan Persepu hingga akhirnya bisa masuk Divisi I PSSI Kota Semarang.

“Tidak mudah untuk bisa masuk ke divisi I. Undip saja daridulu masih di divisi II,” kata Bapak Yatno, pelatih tim sepakbola Polines.

Acara diakhiri dengan serah terima dari pengurus tim kepada kapten tim Persepu Polines, Doni Kurniawan, dan foto bersama.


Gap, Gedung Lama dengan Gedung Baru

Polines, DIMENSI- Pembangunan gedung baru di Polines menimbulkan gap dengan gedung lama. Hal ini dikarenakan gedung baru dilengkapi dengan fasilitas yang lebih mewah dari gedung lama. Gedung lama terkesan ditinggalkan tanpa ada perbaikan fasilitas, sementara gedung baru terus ditinggikan. Seperti yang terlihat pada beberapa ruang di gedung sekolah dua jurusan Akuntansi, kursi dan meja di gedung tersebut kebanyakan masih menggunakan fasilitas lama, sedangkan di gedung baru Akuntansi memperoleh fasilitas yang serba baru.

“Harusnya tidak ada perbedaan dalam hal fasilitas baik di gedung baru maupun di gedung lama,” ujar Tri Yuliana mahasiswa jurusan Administrasi Niaga.

Bagian kerumahtanggaan selaku perencana kegiatan fisik dan inventaris fasilitas Polines memberikan penjelasan bahwa hal ini terjadi karena anggaran pembangunan serta fasilitas antara gedung baru dan gedung lama berbeda. Anggaran untuk fasilitas gedung lama diambilkan dari anggaran rutin yang tahun ini hanya keluar Rp 170 juta dan dibagikan untuk semua jurusan di Polines sedangkan anggaran untuk pembangunan dan fasilitas gedung baru diperoleh dari dari APBN senilai Rp 1,3 milyar.

Sebenarnya, bagian kerumahtanggaan telah mendata jumlah dana dan fasilitas-fasilitas yang diperlukan bahkan mengajukannya ke pusat. Namun tidak semua fasilitas serta dana yang diajukan dapat disetujui. Bagian kerumahtanggaan masih bergantung pada besarnya dana yang didapat sehingga tidak bisa maksimal di dalam memenuhi fasilitas yang diperlukan di Polines.

Terakhir bapak Budi Rianto selaku kepala bagian kerumahtanggan berharap agar bisa memenuhi fasilitas perkuliahan sehingga bisa memenuhi kebutuhan perkuliahan. [ika, vee]