This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 07 Oktober 2011

Deklarasi dan Launching Tim PS Persepu Polines


Polines, DIMENSI – Bergabungnya tim kesebelasan Polines dengan Persatuan Sepakbola Putra Utama (Persepu) menjadi PS Persepu Polines telah diresmikan kemarin dalam acara “Deklarasi dan Launching Tim PS Persepu Polines” , jumat, 30 September 2011 pukul 19.00 WIB di Ruang Serba Guna Polines. Acara yang dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya tersebut dihadiri oleh Direktur beserta jajarannya, Pengcab PSSI Kota Semarang, Dewan Pembina PS Persepu Polines, aparat pemerintahan Tembalang dan sekitarnya, Polsek Tembalang, Pimpinan Perbankan, serta para pemain tim PS Persepu Polines.

Acara inti baru terselenggara pukul 20.00, dimulai dengan sambutan oleh Bapak Garup Lambang Goro selaku ketua panitia penyelenggara, Bapak Indartono selaku pendiri PS Persepu dan Direktur Polines, Dr. H. Totok Prasetyo, B. Eng, M.T. Kemudian acara dilanjutkan dengan pendeklarasian tim PS Persepu Polines. Dengan pembacaan deklarasi oleh manager tim Persepu dan Direktur Polines serta penyerahan bendera tim secara simbolis dari pihak Persepu kepada pihak Polines, tim PS Persepu Polines resmi dideklarasikan. Setelah acara deklarasi usai, dilanjutkan dengan pelantikan pengurus tim oleh Pengcab PSSI Kota Semarang. Bapak Garup Lambang Goro dipilih sebagai ketua pengurus tim PS Persepu Polines.

“Dengan sepakbola, mahasiswa akan memiliki jiwa sportif dan kuat, sehingga setelah lulus dapat menjadi pribadi yang kompetitif dan unggul,” ungkap Dr. H. Totok Prasetyo, B. Eng, M.T. dalam pidatonya. Beliau juga menambahkan, hal ini bisa menjadi salah satu sarana untuk kita mempromosikan diri.

Sebelumnya, Tim sepakbola Polines berhasil masuk ke Divisi I PSSI Kota Semarang setelah bergabung dengan Persepu Semarang. Setelah melalui beberapa tahapan seleksi ─antara lain seleksi fisik dan skill─ kurang lebih 20 pemain muda yang terdiri dari mahasiswa berhasil masuk ke tim inti Polines dan selanjutnya bergabung dengan pemain dari Persepu. Bergabungnya tim sepakbola Polines dengan Persepu antara lain karena Pengcab (pengurus cabang) PSSI Kota Semarang tidak lagi menerima klub baru, sehingga Polines menerima tawaran untuk merger (bergabung) dengan Persepu hingga akhirnya bisa masuk Divisi I PSSI Kota Semarang.

“Tidak mudah untuk bisa masuk ke divisi I. Undip saja daridulu masih di divisi II,” kata Bapak Yatno, pelatih tim sepakbola Polines.

Acara diakhiri dengan serah terima dari pengurus tim kepada kapten tim Persepu Polines, Doni Kurniawan, dan foto bersama.


Gap, Gedung Lama dengan Gedung Baru

Polines, DIMENSI- Pembangunan gedung baru di Polines menimbulkan gap dengan gedung lama. Hal ini dikarenakan gedung baru dilengkapi dengan fasilitas yang lebih mewah dari gedung lama. Gedung lama terkesan ditinggalkan tanpa ada perbaikan fasilitas, sementara gedung baru terus ditinggikan. Seperti yang terlihat pada beberapa ruang di gedung sekolah dua jurusan Akuntansi, kursi dan meja di gedung tersebut kebanyakan masih menggunakan fasilitas lama, sedangkan di gedung baru Akuntansi memperoleh fasilitas yang serba baru.

“Harusnya tidak ada perbedaan dalam hal fasilitas baik di gedung baru maupun di gedung lama,” ujar Tri Yuliana mahasiswa jurusan Administrasi Niaga.

Bagian kerumahtanggaan selaku perencana kegiatan fisik dan inventaris fasilitas Polines memberikan penjelasan bahwa hal ini terjadi karena anggaran pembangunan serta fasilitas antara gedung baru dan gedung lama berbeda. Anggaran untuk fasilitas gedung lama diambilkan dari anggaran rutin yang tahun ini hanya keluar Rp 170 juta dan dibagikan untuk semua jurusan di Polines sedangkan anggaran untuk pembangunan dan fasilitas gedung baru diperoleh dari dari APBN senilai Rp 1,3 milyar.

Sebenarnya, bagian kerumahtanggaan telah mendata jumlah dana dan fasilitas-fasilitas yang diperlukan bahkan mengajukannya ke pusat. Namun tidak semua fasilitas serta dana yang diajukan dapat disetujui. Bagian kerumahtanggaan masih bergantung pada besarnya dana yang didapat sehingga tidak bisa maksimal di dalam memenuhi fasilitas yang diperlukan di Polines.

Terakhir bapak Budi Rianto selaku kepala bagian kerumahtanggan berharap agar bisa memenuhi fasilitas perkuliahan sehingga bisa memenuhi kebutuhan perkuliahan. [ika, vee]

KEMANA PERGINYA DANA PENGHEMATAN ITU?

Polines, DIMENSI (3/10) - Muncul beberapa spekulasi mengenai kemana perginya dana penghematan pengembangan ormawa yang telah dilaksanakan pada tahun 2010 lalu.Terdapat isu bahwa dana sisa pengembangan ormawa akan dialokasikan ke UKM PLBS, namun dari pihak institusi sendiri meluruskan bahwa dana itu bukan dana sisa melainkan dana yang sengaja dihematkan untuk kegiatan yang tidak terprogram. “ini bukan dana sisa melainkan dana penghematan dari anggaran program unggulan,”kata Bambang selaku pembimbing UKM PLBS.

Sempat muncul usulan agar sebagian dana penghematan itu dibagi untuk beberapa UKM yang sedang membutuhkan dana, sedangkan sisanya dibagi rata untuk 22 ormawa. Namun usulan ini ditolak, karena kebijakan dari PD 3 sendiri sebagaimana dana tersebut digunakan untuk kegiatan mahasiswa bukan untuk sebagian kelompok tertentu saja. Seiring berlalunya waktu, muncul beberapa pertanyaan i untuk apakah dana tersebut. Beberapa aktivis mahasiswa menganggap pihak institusi tidak transparan dalam penggunaan dana penghematan pengembangan ormawa. Hingga saat ini mereka tidak tahu dana tersebut akan digunakan untuk apa. “Kami nggak tahu sama sekali kemana dana penghematan itu,” ujar Sindy selaku ketua BPM periode 2009-2010.

“Dana itu kita gunakan untuk kegiatan mahasiswa yang tidak terprogram,” ujar Garup Lambang Goro selaku Pembantu Direktur III bidang kemahasiswaan. Contoh kegiatan mahasiswa yang tidak terprogram itu diantaranya pendelegasian mahasiswa untuk kegiatan Association of Indonesian Polytechnic English Club (AIPEC) diluar kota. “Kegiatan ini kan tidak terprogram. Tentu sangat disayangkan kalau kita tidak berpartisipasi untuk acara seperti ini,”sambung beliau.

Dana dari dikti yang memang dipersiapkan untuk mengembangkan kegiatan ormawa ini telah digunakan untuk membiayai serangkaian kegiatan yaitu workshop selama dua hari di Bandungan. Kegiatan inti dari pengembangan ormawa tersebut adalah seleksi program kerja unggulan yang telah memutuskan enam ormawa sebagai pemenang dana bantuan proker unggulan. Di kegiatan pengembangan ormawa, enam ormawa yang memiliki proker terbaik diberi bantuan dana sebesar sepuluh juta dipotong pajak. Penghematan dana ini bertujuan agar sisa dana dapat digunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat. [rth, niar]

Jumat, 22 Juli 2011

Pre Congress AIPEC, Sebuah Gebrakan Baru Pengembangan Diri

POLINES-Dimensi. Politeknik Negeri Semarang menjadi tuan rumah kegiatan Pre Congress Association of Indonesian Polytechnic English Club (AIPEC). Kegiatan pra kongres ini merupakan persiapan awal bagi pembentukan AIPEC dan sekaligus sebagai persiapan sebelum kongres nasional yang akan dilaksanakan di Jakarta pada bulan Oktober nanti. Kegiatan yang diadakan selama 4 hari sejak 30 Juni-3 Juli 2011 ini dihadiri oleh 24 peserta yang berasal dari Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Media Kreatif Jakarta, Politeknik Negeri Bandung, Politeknik Manufaktur Negeri Bandung, Politeknik Telkom Bandung, Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Kementrian Kesehatan Semarang dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

AIPEC adalah organisasi yang mewadahi Mahasiswa English Club Politeknik di Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas berbahasa Inggris bagi mahasiswa English Club politeknik yang tergabung dalam AIPEC pada khususnya serta seluruh mahasiswa politeknik pada umumnya dan mewujudkan dan menjaga persatuan dan kesatuan antar English Club politeknik se-Indonesia.

Dimotori oleh UKM Polytechnic English Conversation Club (PECC) acara yang dibuka di ruang serba guna Polines ini membahas banyak agenda yaitu Anggaran Dasar dan Rumah Tangga, mekanisme pemilihan Sekjen, tata tertib sidang AIPEC dan program kerja AIPEC.

Terdapat selingan acara yaitu hiburan solo song dari Pembantu Direktur 3, bapak Garup Lambang Goro, ST, MT saat pembukaannya. Juga diisi dengan kegiatan berupa roadtrip di sejumlah titik pariwisata Semarang seperti Pusat Oleh-oleh Pandanaran, Kelenteng Sam Poo Kong dan Masjid Agung Jawa Tengah.

Lebih lanjut, ketua UKM PECC, Joko Tri Santoso mengemukakan,“Kegiatan Pre Congress ini merupakan gebrakan baru untuk pengembangan diri yang sebelumnya intern kini meluas di lingkup nasional. Kegiatan seperti ini akan membentuk forum bagi English Club yang ada di seluruh Indonesia sebagai sarana komunikasi dan kerja sama untuk meningkatkan kualitas berbahasa Inggris dan memberi jalan bagi Politeknik yang belum memiliki English Club. Bagi PECC pun akan mendapatkan referensi yang dapat digunakan bagi pengembangan hal-hal baru untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.”

Sedangkan ketua pelaksana Pre Congress AIPEC, Afif Riza Fadillah menyatakan bahwa dengan acara ini akan membuka kesempatan untuk mempunyai banyak teman dari luar Polines dan juga dapat berbagi pengalaman dari mahasiswa luar Polines secara langsung. (Ika)

Kamis, 14 Juli 2011

KPK Goes to Polines


Polines, DIMENSI- (11/7) Sebanyak 309 peserta menghadiri Seminar Nasional Jurusan Akuntansi yang bertempat di Ruang Serba Guna (RSG) Politeknik Negeri Semarang. Seminar yang dimulai pukul 09.00 - 13.00 WIB ini menunjukkan antusiasme peserta terlihat dari penuhnya kursi yang telah disediakan oleh panitia.

Dengan mengangkat tema “Kearifan Anti Korupsi untuk Menciptakan Praktik Sehat Perbankan”, seminar ini mengundang Teguh Supangkat selaku Direktorat Penelitian dan Perbankan Bank Indonesia, Mudjahirin Thohir selaku Guru Besar FIB UNDIP dan yang paling dinanti-nanti yaitu Haryono Umar selaku wakil ketua KPK. Berbeda dari rencana awal, Haryono Umar menggantikan Busyro Muqoddas –Ketua KPK- yang berhalangan mengisi seminar ini karena suatu hal yang tidak diketahui.

Materi pertama disampaikan oleh Teguh Supangkat. Ia mengangkat materi sistem pengawasan bank dan manajemen resiko yang dianut di Negara kita. Pembicara kedua yaitu Mudjahirin Thohir. Beliau menarik peserta dengan materi-materi mengenai hubungan antara korupsi dan perilaku budaya masyarakat Indonesia. Dan terakhir yakni Haryono Umar, yang sempat memuji semangat mahasiswa Polines dalam realisasi pemberantasan korupsi. Beliau pun menawarkan undangan bagi mahasiswa Polines yang berminat untuk mengikuti forum anti korupsi yang diselenggarakan oleh KPK.

Sebenarnya panitia menyediakan dua sesi tanya jawab, namun banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan akhirnya sesi tanya jawab pun dipersingkat waktunya. Pembicara menyampaikan jawaban dengan sangat detail. Peserta merasa puas dengan jawaban yang mereka berikan.

“Seminar ini menarik. Saya sangat tertarik dengan tema seminar meski Ketua KPK tidak jadi datang untuk mengisi materi. Yang disayangkan acara berakhir terlalu cepat padahal saya masih ingin tahu banyak mengenai korupsi di dunia perbankan,” ujar Nur Arif S. mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta yang rela jauh-jauh datang ke Polines.

Harapan panitia mengadakan seminar ini agar mahasiswa mengerti apa arti korupsi dan sadar akan pentingnya anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari. “Yang paling kami idamkan setelah seminar ini berakhir adalah semoga seminar nasional ini menjadi proker unggulan HiMA tahun ini,” tutur Hesti Triana selaku koordinator seksi acara. [niar]