This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 10 Januari 2012

Pencarian Bibit dalam Polines Cup

Polines, DIMENSI(11/01)- Pelaksanaan Polines Cup berlangsung tanggal 2-22 Januari. Kegiatan  Polines Cup diikuti  oleh 22 pasang peserta  dari berbagai jurusan. Acara Polines Cup tersebut yakni  sebuah acara yang digelar oleh UKM Sport. Selain sebagai acara tahunan, acara tersebut juga bertujuan untuk mencari bakat bulu tangkis yang dimiliki oleh para mahasiswa Polines. Lanjutan dari acara tersebut adalah para pemenang pertandingan  Polines Cup dapat mengikuti  lomba di tingkat nasional dengan cabang olahraga yang sama, yakni bulutangkis.
Acara tahunan yang rutin dilaksanakan oleh UKM Sport  tersebut terlaksana karena mendapat alokasi dana dari pusat. Selain itu, dana juga didapat dari pendaftaran mahasiswa yang mengikuti kompetisi tersebut.
Pertandingan Polines Cup digelar di lapangan gedung BAAK yang terletak di Gedung Direktorat. Pertandingan tersebut dilaksanakan setiap hari Senin setelah maghrib.
Tahun ini, acara tersebut berganti nama menjadi Polines Cup setelah sebelumnya bernama Badminton Cup, namun format acara sama seperti tahun lalu.
“Acara Polines Cup ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Polines dari berbagai jurusan. Jadi, setiap jurusan ada yang mewakili,” ungkap Adi, selaku ketua Polines Cup. Adi mengungkapkan, banyak mahasiswa yang antusias untuk menonton jalannya acara tersebut dan semua peserta bermain secara sportif.
Pemenang pertandingan Polines Cup akan dikirim untuk mewakili Polines pada lomba se-Politeknik Indonesia dalam cabang olahraga bulu tangkis. Puncak dari acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 2012.(Tiwi,Ninda mgg)

Liga AN : Sportivitas dan Prestasi

Polines, DIMENSI (07/01)- Liga Administrasi Niaga  merupakan  salah satu program kerja tahunan Himpunan Mahasiswa Administrasi Niaga. Terdapat tiga cabang olahraga yang dipertandingkan yakni badminton, futsal, dan sepakbola. Badminton dan sepak bola dilaksanakan di lapangan badminton dan sepak bola Polines. Sedangkan untuk futsal, di stadion indoor  Mulawarman.
Pada cabang badminton mempertandingkan partai double women yang diwakilkan satu pasangan tiap kelas, cabang futsal mempertandingkan 15 grup, dan untuk sepak bola 6 grup. Setiap kelas dikenakan biaya kontribusi sebesar delapan puluh lima ribu rupiah untuk tiga cabang olahraga tersebut. Apabila ada kelas yang tidak mengikuti pertandingan yang telah ditentukan, maka akan dikenakan denda sebesar tiga puluh ribu rupiah.
Pertandingan yang sedang berlangsung pada cabang badminton sudah memasuki partai perempat final (6/1). Sejauh ini, belum terjadi cedera yang dialami oleh para peserta. Untuk mengantisipasi apabila terjadi cedera, pihak panitia sudah menyiapkan peralatan kesehatan yang memadai.
“Pertandingan sejauh ini berjalan lancar, mungkin yang menjadi kendala utama dan sering merepotkan adalah faktor cuaca. Pertandingan sering kali diundur karena lapangan badminton yang basah dan angin berhembus kencang,” kata Aditya Pradana selaku Kadiv Minbak Sport  Humania.
Liga AN ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mempererat solidaritas antar mahasiswa khususnya Jurusan Administrasi Niaga serta membidik bibit-bibit berprestasi dalam cabang olahraga yang nantinya dapat dipromosikan untuk mengikuti pertandingan mewakili Polines. “Harapan saya sebagai ketua panitia adalah agar pihak kampus nantinya bisa membenahi berbagai fasilitas yang ada, salah satunya seperti atap yang bocor di lapangan badminton dekat kantin TN ini. Kalau sarana penunjangnya baik dan memadai, prestasi akan mengikuti,” imbuh Aditya Pradana.(nur, tiara –mgg)

CCTV , Momok Mahasiswa Menghadapi UAS

Polines, DIMENSI (06/01)-  Penggalakan pemasangan CCTV telah dilaksanakan dan merupakan salah satu upaya perbaikan fasilitas yang diberikan Polines kepada mahasiswa, CCTV yang berfungsi sebagai pemantau aktivitas kemahasiswaan (baca: edisi 7) tersebut berada dibawah pemantauan langsung yang dilakukan oleh Direktur. “Memang benar sentral CCTV berada di ruang Direktur, yang sekarang sudah terpasang layar besar sebagai pusat untuk melihat hasil tangkapan gambar CCTV tiap harinya,” ungkap Wartoyo selaku sekretaris UPT Pusat Komputer. Wartoyo menambahkan bahwa terealisasinya pengadaan CCTV adalah bermula dari penerimaan dana APBN (Anggaran Pembelanjaan Negara) dari Negara yang diterima sebesar Rp 54.5 milyar. Dana APBN  bersumber dari APBNP (Anggaran Pembelanjaan Negara Perubahan) yang  dialokasikan untuk perubahan yang lebih baik dalam pengembangan infrastruktur pembelajaran di Polines. Tak hanya untuk pengembangan laboratorium di bidang TI (Teknologi Informatika) yang dialokasikan  hingga Rp 20,5 milyar, namun juga sebesar Rp 34 milyar digunakan untuk pengembangan tiap jurusan meliputi Jurusan Teknik Elektro, Teknik Mesin,  Teknik Sipil, Akuntansi, dan  Tata Niaga.
Kebijakan dipilihnya  CCTV untuk pengembangan infrastruktur dalam pembelajaran merupakan kebijakan dari Institusi dan bukan lagi digunakan untuk dana pembangunan gedung. Sekretaris UPT Pusat Komputer juga menuturkan bahwa Direktur menginginkan di tiap kelas terdapat peralatan elektronik seperti CCTV untuk memantau ruangan tiap harinya. Selain itu, pengadaan Finger Print untuk absensi juga dipilih dengan tujuan apabila menggunakan sidik jari sebagai tanda pengenal setiap masuk kelas dengan harapan tidak ada lagi istilah nitip absen karena tanda tangan mudah untuk dipalsukan. Tak luput, pengadaan LCD juga dipilih untuk membantu dalam proses pembelajaran agar lebih efektif dan untuk mewujudkan pembelajaran di Polines berbasis e–Learning. Basis e-Learning merupakan sistem pembelajaran menggunakan peralatan elektronik yang dirasa sangat penting mengingat perkembangan teknologi saat ini semakin pesat, selain itu jika dosen tidak dapat mengajar karena ada kepentingan, sistem pembelajaran secara e-Learning ini dapat  difungsikan.
Fungsi lain pengadaan CCTV adalah memantau tiap dosen yang masuk ruangan kelas, “Kan bakal ketahuan kalau ada dosen yang masuk kelas hanya memberikan tugas kemudian keluar dan tidak balik kelas lagi,” canda Wartoyo.
Rencananya, CCTV tersebut akan diaktifkan apabila semuanya telah selesai dipasang di setiap ruangan yang telah ditargetkan sebelumnya. Hasil dari tangkapan gambar CCTV setiap harinya akan disimpan secara otomatis dalam memori. “Masa kadaluwarsa dari hasil gambar tersebut adalah dua bulan sekali, jadi contohnya jika ini bulan Januari rekaman hasil gambar dari bulan Desember lalu masih dapat dilihat begitu juga selanjutnya,” jelas Wartoyo.
Begitu pula saat UAS berlangsung, CCTV akan berfungsi sebagai pengawas Mahasiswa. Wartoyo mengungkapkan jika Mahasiswa ketahuan menyalahgunakan telepon genggam (HP) atau melakukan kecurangan ketika UAS berlangsung, otomatis di layar sentral akan terlihat jelas karena hasil gambar tersebut dapat di zoom. Mengenai sanksi bagi  mahasiswa yang ketahuan melakukan kecurangan, beliau menyampaikan bahwa hal tersebut bukan merupakan wewenang bagian pelaksanaan, namun akan  ditindak lanjuti oleh bagian BAAK. (cepp–ninda mgg)

Senin, 09 Januari 2012

Titip Absen dalam Acara Pelatihan Polines


DIMENSI - (17/12) Serangkaian acara Pelatihan Mencari Peluang Kerja Mahasiswa yang diseleng-garakan  tanggal 10-11 dan 17-18 Desember berakhir dengan menunjukkan kurang antusiasnya peserta pelatihan.  Banyak mahasiswa yang titip absen dan meninggalkan ruangan saat pembicara menyampaikan materi.
“Mahasiswa nampak kurang berminat mengikuti pelatihan, hal tersebut didukung dengan kurang tepatnya waktu yang dipilih panitia.
“Saya rasa panitia juga harus lebih sigap ketika listrik mati dan antisipasi sebelumnya. Hal tersebut  menyebabkan peserta kurang nyaman.   Kalau perlu dikasih tatib biar bisa mengendalikan peserta, karena setahu saya cuma ada satu dosen yang menjaga ruangan,” ungkap Wira Akbar Wibowo, peserta dari jurusan Sipil.
Kegiatan Pelatihan Mencari Peluang Kerja Mahasiswa ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan institusi bagi mahasiswa Polines semester V dan VII.  Menurut Dra. Rara Ririn Budi Utami selaku ketua panitia, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan softskill mahasiswa sehingga menambah kesiapan mereka di dalam mencari pekerjaan.  Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk memberi bekal bagi para calon alumni.
 Dalam pelatihan bagi Jurusan Administrasi Niaga dan Sipil (17/12), para peserta disuguhi materi mengenai Memahami Potensi dan Kendala Diri Menyiasati Peluang dan Wawancara Kerja, Hubungan Kerja, Pembuatan CV, Resume dan Cover Letter, Online Job Seeker serta Sharing  dari alumni.
Mengenai banyaknya mahasiswa yang hanya titip absen dan meninggalkan kegiatan terutama setelah memperoleh makan siang, Ibu Ririn Budi Utami menyatakan bahwa mungkin mahasiwa  belum merasa membutuhkan saat ini, tapi kelak mereka pasti akan membutuhkan kegiatan tersebut.
Sementara itu, Mukofidhotun Umaroh  menyatakan bahwa acara Pelatihan ini cukup menarik, tetapi karena banyak peserta yang banyak bercanda membuat sulit untuk berkonsentrasi. Lebih lanjut untuk menanggulangi para peserta yang hanya titip absen dan meninggalkan kegiatan agar panitia menyiapkan absen sebanyak 3 kali, yaitu saat pagi, saat istirahat dan saat pulang, panitia juga harus lebih teliti di dalam mengenali mahasiswa terutama bagi yang bertugas menunggui absen.
Terakhir Ibu Ririn berharap agar para mahasiswa bisa meluangkan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat bagi mereka serta bisa menyerap apa yang disampaikan oleh pembicara. [Ika]

Tangan Dingin Karni Ilyas


Siapa yang tak mengenal suara serak tokoh kartun Bang One yang sering muncul di program televisi tv One.  Suara berat dan penuh selidik saat menginterogasi narasumber dengan pertanyaan-pertanyaan yang “menohok”, itulah suara milik Sukarni Ilyas, atau yang saat ini lebih dikenal dengan Karni Ilyas. Ya, Karni Ilyas yang saat ini menjabat sebagai editor in chief salah satu tv swasta milik Bakrie Group, tv One, menjadi pengisi suara tokoh kartun yang menjadi ikon tv One tersebut. Selain itu, saat ini beliau menjadi moderator dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di tv One yang dulunya bernama Jakarta Lawyer Club (JLC).
                Kepiawaiannya menggali informasi dari narasumber membuat acara tersebut begitu diminati dan memiliki rating yang cukup tinggi.  Ternyata tak hanya saat di tv One, televisi-televisi swasta yang beliau pimpin sebelumnya juga menjadi naik ratingnya. Karni Ilyas memang dikenal sebagai pemegang media bertangan dingin, media apapun yang dipegangnya akan dibawanya menuju jajaran televisi swasta teratas, seperti tv One saat ini.
                Karni Ilyas, terlahir dengan nama Sukarni Ilyas di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 25 September 1952.  Bakat jurnalistiknya sudah tampak semenjak masih kecil, terbukti dengan tulisan pertamanya berupa puisi yang dimuat di koran Haluan Padang. Dari situ, minatnya untuk menjadi wartawan semakin kuat.  Tapi kenapa harus wartawan? Menurutnya, ada satu hal dari wartawan yang tidak dimiliki profesi lain.  “Kita bertarung agar bisa menjadi yang pertama dan terbaik,” ungkapnya.
                Track record beliau yang begitu berpengalaman di media, dari yang dulunya media cetak kemudian merambah ke media televisi, menjadikannya seorang wartawan senior yang tak diragukan lagi kemampuannya.  Bahkan setelah ia menduduki jabatan sebagai pemimpin redaksi, seringkali beliau tak segan untuk turun ke lapangan untuk berbaur dengan reporter junior.
                Begitulah Karni Ilyas, sosok yang mencintai profesinya. “Cinta, itu sebabnya. Kalau sudah cinta, mau kerja seberat apapun akan jadi mudah,” ungkapnya dalam Seminar Pendidikan Jurnalistik XIX LPM Dimensi di RSG Polines beberapa waktu lalu.[bell]

Gencarnya Pengadaan CCTV


Polines, DIMENSI - (17/12) Sebanyak 87 unit CCTV (Closed Circuit  Television) rencananya akan dipasang di ruang kelas setiap  jurusan. Hal ini merupakan kebijakan dari institusi. CCTV ini akan dimonitoring langsung oleh Direktur dengan tampilan 8 slide yang ditempatkan di ruang Direktur. Bagian kerumahtanggaan yang menangani pengadaan barang menuturkan bahwa mereka hanya bertugas menginventarisir barang dan sampai saat ini belum ada serah terima barang terkait pengadaan CCTV. “Kami tidak berkompetensi mengenai pengadaan CCTV, tugas kami hanya menginventarisir barang saja”, tutur Pak Budi  Riyanto.
Terdengar kabar bahwa dana yang dibutuhkan untuk pengadaan CCTV  ini sebesar Rp 4-5M.  Hal tersebut menimbulkan polemik, antara manfaat CCTV perkelas dengan pengadaan CCTV di public area (mushola, kantin dan parkiran) maupun pengadaan barang yang lebih dibutuhkan bagi kelangsungan proses belajar mengajar. Noor Ardiansyah selaku ketua jurusan Akuntansi menuturkan, “Dari segi kemanfaatan CCTV perkelas kurang efektif, kecuali terjadi huruhara dalam kelas, sehingga lebih disoroti lagi untuk area publik”. 
Adapun jurusan yang telah mengopersikan CCTV yaitu jurusan Akuntansi. Pengope-rasian CCTV ini berlangsung sejak 2 minggu  lalu dan merupakan program dari jurusan, bukan dari pusat. Jumlah CCTV yang dibutuhkan sebanyak 25 unit, itupun tersebar hanya di koridor-koridor saja dan bukan disetiap kelas.  Seperti yang diungkapkan Bapak Ardiansyah,  “Tujuan-nya untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar di kampus agar lebih efektif.”   Manfaat lain ialah untuk mempermudah fungsi kontrol  mahasiswa dan dosen. Namun tetap saja kasus pencurian masih terjadi seperti pencurian laptop di mushola pada minggu lalu. [rth]

aspirasi mahasiswa elektro sama


Polines, DIMENSI - (14/12) Temu Akademik HME (Himpunan Mahasiswa Elektro) mengangkat tema “Transparansi dan Aspirasi untuk Kemajuan Elektro yang Lebih Baik”. Acara yang bertempatan di RSG Poline dihadiri oleh Kajur Elektro, Kaprodi, perwakilan UPT PP serta perwakilan dari masing-masing kelas yang berasal dari jurusan Elektro.
Tiga minggu sebelum acara, panitia menyerahkan dua angket kepada masing-masing kelas. Melalui angket inilah mahasiswa diperkenankan menyampaikan kritik dan saran. Bahkan satu minggu menjelang acara, angket direkap kemudian hasil rekapitulasi dipresentasikan pada acara tersebut.
                Sebagian besar aspirasi yang disampaikan masih sama dengan aspirasi-aspirasi pada tahun sebelumnya. Mulai dari bangunan kelas, laboratorium, toilet, parkiran hingga peralatan penunjang kegiatan yang kurang memenuhi standar bagi mahasiswa.
Dalam kegiatan ini panitia juga bertugas untuk mengingatkan pihak institusi mewujudkan janji-janji yang telah mereka ucapkan kepada peserta temu akademik. Panitia pun mengakui apabila kegiatan temu akademik memang kurang efektif dalam menyalurkan aspirasi mahasiswa. “Melalui acara temu akademik kami harap semua aspirasi dan kesepakatan yang telah dibicarakan tidak mandeg  kemudian menggantung ditengah jalan,” ungkap Hardani selaku ketua panitia temu akademik 2011. [niar]

Sabtu, 31 Desember 2011

Bangun Lebih Pagi, Bantu Kurangi Polusi


Siapapun saat ini pasti tahu kalau kualitas udara di bumi ini semakin hari semakin rendah. Padahal udara yang bersih merupakan salah satu kebutuhan vital manusia yang tak bisa ditawar lagi. Ya, tak bisa ditawar lagi karena berkaitan erat dengan kehidupan manusia. Apa yang akan terjadi apabila tak ada lagi udara bersih di bumi kita ini? Tentu tak akan ada kehidupan lagi.

Hal yang paling tak bisa dihindari ketika industrialisasi berkembang pesat adalah berkembangnya pula polusi udara. Indonesia, sebagai negara paru-paru dunia, namun juga memiliki status sebagai negara berkembang, termasuk salah satu yang tak bisa menghindari adanya polusi udara. Tak hanya datang dari perindustrian, dari bidang transportasi pun juga turut menyumbang pencemaran.

Beberapa waktu lalu, telah dicanangkan sebuah konsep baru penyelamatan hutan bertajuk REDD+. Perdagangan karbon demi konservasi berhektar-hektar hutan, akhirnya dilaksanakan juga untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan lingkungan akibat indutrialisasi, terutama kerusakan pada kualitas udara. Siapapun tak ingin kualitas udara di bumi ini menjadi semakin buruk dari hari ke hari, termasuk kita, bukan?

Lalu apakah kita bisa ikut andil dalam perbaikan kualitas udara? Tentu bisa. Siapapun bisa. Bahkan anak berumur 5 tahun pun pasti bisa. Karena ini adalah bumi kita bersama, lingkungan kita bersama, kita pun seharusnya memiliki peran dalam melestarikan lingkungan kita. Banyak cara bisa kita lakukan untuk membantu mengurangi pencemaran, baik itu pencemaran udara, pencemaran air, dan sebagainya. Berbagai hal kecil dan mudah yang berkenaan dengan kehidupan kita sehari-hari dapat kita lakukan, selain menanam pohon. Menanam pohon memang dapat mengurangi polusi, apalagi bila yang kita tanam adalah pohon trembesi, pohon yang amat rakus terhadap CO2. Namun ada hal-hal yang lebih mudah yang bisa kita lakukan, dimulai dari kebiasaan kita sehari-hari.

Salah satunya adalah bangun lebih pagi. Apa kaitan bangun lebih pagi dengan mengurangi pencemaran? Dengan bangun lebih pagi, kita menjadi bisa melakukan banyak hal, termasuk berjalan kaki ke kampus atau ke tempat kerja. Bila jarak dari kos atau rumah menuju kesana kurang dari 3 kilometer, kita bisa menghindari untuk menggunakan kendaraan bermotor, bisa dengan berjalan kaki atau dengan naik sepeda. Selain bisa mengurangi polusi udara akibat emisi dari kendaraan kita, dengan berjalan kaki atau naik sepeda, kita juga bisa menghindari dan mengurangi kemacetan lalu lintas. Menurut data yang telah dipublikasikan pemerintah, transportasi merupakan penyumbang emisi terbesar di Indonesia. Ya, karena sebagian besar kendaraan di Indonesia masih menggunakan bahan bakar fosil sebagai penggeraknya, sedangkan bahan bakar fosil merupakan bahan bakar yang amat tak ramah lingkungan. Dengan mengurangi penggunaannya, kita bisa mengurangi pencemaran udara.

Bayangkan apabila kita mulai dari diri kita sendiri, lalu ajak teman satu kos atau teman sekampus, dan mereka mengajak teman-teman mereka juga. Mungkin tak akan kita lihat lagi kemacetan yang hampir terjadi tiap pagi. Betapa besar manfaat yang kita dapat dari berjalan kaki. Mengurangi polusi, mengurangi kemacetan, dan menghemat bahan bakar yang tentunya menghemat pengeluaran kita.

Akan lebih menyenangkan lagi apabila di lingkungan kita tersedia tempat khusus bagi pejalan kaki dan pesepeda. Dengan begitu kita tak perlu berebut tempat dengan para pengendara kendaraan bermotor. Namun kita tak perlu menunggu pemerintah menyediakannya, karena kerusakan bumi pun tak mau menunggu. Untuk itu kita perlu mulai dari diri kita sendiri. Apabila sudah terbiasa, tentu kita bisa mengajak orang-orang disekitar kita untuk turut serta.

Dengan bangun lebih pagi juga, ada manfaat lain yang bisa kita dapatkan yang berkenaan dengan mengurangi pencemaran udara. Apabila kita bangun lebih pagi, akan lebih cepat pula kita mematikan lampu yang kita gunakan saat malam hari. Berpengaruhkah mematikan lampu dengan pencemaran udara? Tentu ada.

Lokasi: Situ Gunung,
Taman Nasional Gede Pangrango,
Sukabumi.
Sebagian besar pembangkit listrik yang digunakan di negeri kita ini merupakan pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Batubara saat ini masih menjadi primadona bahan bakar pembangkit di Indonesia. Padahal, gas buangan hasi pembakaran batubara amat berbahaya bagi makhluk hidup. Meski sudah melalui beberapa kali penyaringan, tetap saja dampaknya bagi kesehatan amat buruk. Dengan menghemat penggunaan listrik, kita bisa menghemat penggunaan batubara. Akan lebih baik jika kita bisa beralih dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil ke pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Sebenarnya banyak sekali potensi di Indonesia yang bisa kita manfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik. Angin, air, mikrohidro, surya, dan lain-lain. Selain ramah lingkungan karena hampir tak menghasilkan emisi, energi bersih ini tentunya akan lebih hemat dan keberadaannya tak terhingga. Meski watt yang dihasilkannya relatif lebih kecil dibanding dengan pembangkit listrik bertenaga bahan bakar fosil, namun tak menjadi kendala apabila kita bisa mengolah dan memanajemen penggunaannya. Dengan membantu pemerintah mengurangi konsumsi akan listrik, pemerintah perlahan akan bisa beralih dari energi kotor batubara menjadi energi bersih yang murah dan ramah lingkungan.

Jadi ayo bangun lebih pagi untuk turut serta memperbaiki kualitas udara di bumi kita ini. Tak hanya dengan menanam pohon, banyak hal-hal kecil yang bisa kita lakukan untuk mengurangi polusi. Hal kecil dan mudah, hanya membutuhkan kemauan yang kuat dan konsistensi. Dengan bangun lebih pagi kita bisa melakukan banyak hal bermanfaat, dengan bangun lebih pagi kita bisa membantu Indonesia untuk bernafas lebih segar. [bell]

Minggu, 11 Desember 2011

Pengumuman Lomba Fotografi "Perubahan untuk Negeri"

Berdasarkan penilaian juri, maka dengan ini kami sampaikan bahwa pemenang lomba fotografi "Perubahan untuk Negeri" adalah :

Nama : Abdul Hakim Nurmaulana
Asal : PRISMA UNDIP
Judul Karya : Beribadah


Penyerahan hadiah telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Desember 2011
di Politeknik Negeri Semarang.
Kami ucapkan terima kasih dan selamat kepada pemenang. Semoga karya-karya yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi bangsa.

Sekian, Terima Kasih.

Jumat, 02 Desember 2011

PENDIDIKAN DASAR JURNALISTIK XIX

Lembaga Pers Mahasiswa DIMENSI, present :

PENDIDIKAN DASAR JURNALISTIK XIX
"Kredibilitas Jurnalisme di Tengah Arus Zaman"

10 Desember 2011
08.00 till drop
Ruang Serba Guna, Politeknik Negeri Semarang

Pembicara :
- KARNI ILYAS (Pemimpin Redaksi TV ONE)
- ERIYATI (Humas Suara Merdeka)
- ROFIUDIN (Sekretaris Aliansi Jurnalistik Independen)
- ARIF NUGROHO (Ketua Pewarta Foto Semarang)

Biaya Pendaftaran :
Rp. 35.000,-
(include seminar kit, snack, lunch, etc)

Tempat Pendaftaran :
Sekretariat LPM DIMENSI
PKM Lama Kavling II
Politeknik Negeri Semarang
Jalan Prof. Soedharto, SH
Tembalang, Semarang